Sabda Tuhan Minggu 20 Januari 2013, Hari Minggu Biasa II


Mukjizat perbanyakan roti menunjukkan lebih dahulu kelimpahan roti istimewa dari Ekaristi-Nya Bdk. Mat 14:13-21; 15:32-39.: Tuhan mengucapkan syukur, memecahkan roti dan membiarkan murid-murid-Nya membagi-bagikannya, untuk memberi makan kepada orang banyak. Tanda perubahan air menjadi anggur di Kana Bdk. Yoh 2:11. telah memaklumkan saat kemuliaan Yesus. Ia menyampaikan penyempurnaan perjamuan pernikahan dalam Kerajaan Bapa, di mana umat beriman akan minum Bdk. Mrk 14:25. anggur baru, yang telah menjadi darah Kristus. --- Katekismus Gereja Katolik, 1335

Antifon Pembuka (Mzm 64:4)

Seluruh bumi hendaknya menyembah Dikau, ya Allah, dan bermazmur bagi-Mu, meluhurkan nama-Mu, ya Allah Mahatinggi.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah memberi kami tanda agung hubungan-Mu yang mesra dengan kami dalam diri Yesus Al Masih. Semoga Ia memuaskan lapar dan haus kami akan kebahagiaan sejati dan semoga semua orang dapat menikmati damai sejahtera-Mu yang Kaujanjikan dalam diri-Nya. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (62:1-5) 
 
"Seorang mempelai girang hati melihat pengantin perempuan."

Oleh karena Sion, aku tidak dapat berdiam diri. Dan oleh karena Yerusalem, aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatan menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu. Orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan, dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi “Yang-Ditinggalkan- Suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi “Yang-Sunyi”. Tetapi engkau akan dinamai “Yang-Berkenan-Kepada-Tuhan” dan negerimu akan disebut “Yang Bersuami”, sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. Sebab seperti seorang jejaka menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu. Dan seperti seorang mempelai girang hati melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atas engkau.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3.7-10ac)
  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
  2. Kabarkanlah dari hari kehari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa di antara segala suku.
  3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
  4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (12:4-11)
 
"Roh yang satu dan sama memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya."
 
Saudara-saudara, ada rupa-rupa karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu, yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mukjizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-maram roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan sama. Ia memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ket: Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Ayat. (2 Tes 2:14)
Allah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. 


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:1-11)
  
"Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya."
  
Pada waktu itu ada pesta perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, Maria berkata kepada Yesus, “Mereka kehabisan anggur!” Kata Yesus kepada ibu-Nya, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belumtiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah penuh tempayan-tempayan itu dengan air!” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sekarang cedoklah, dan bawalah kepada pemimpin pesta!” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air yang telah menjadi anggur itu, - dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan yang mencedok air itu mengetahuinya, - ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dulu, dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik. Akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, dan merupakan yang pertama dari tanda-tanda-Nya. Dengan itu Yesus telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
 
Homilli
Minggu Biasa II/C – 20 Januari 2013
Yes 62:1-5; 1Kor 12:4-11; Yoh 2:1-11
 
Oleh Rm. Ag. Agus Widodo, P

Kalau boleh dan bisa memilih atau menentukan, tentu kita akan memilih hidup yang tanpa masalah. Semua berjalan dengan baik. Semua usaha berhasil. Semua rencana terlaksana sesuai harapan. Namun, rasanya tidak mungkin hidup itu selalu berjalan dengan baik, sesuai rencana dan harapan, tanpa ada masalah sedikit pun.  

Sejarah hidup bangsa Israel, yang notabene merupakan umat pilihan Tuhan pun mencatat bahwa mereka tidak terlepas dari kesulitan dan masalah. Bacaan pertama (Yes 62:1-5) menyatakan janji Tuhan untuk menolong mereka yang menderita dan mengalami kesulitan di tanah pembuangan. Bacaan Injil (Yoh 2:1-11) mengisahkan sebuah pesta perkawinan yang nyaris mengalami persoalan besar karena kekurangan anggur sebagai salah satu jamuan yang utama untuk para tamu. Mari kita menimba inspirasi dari bacaan-bacaan ini supaya kita pun dapat menghadapi masalah, kesulitan, dan persoalan hidup sebagai orang beriman dan sesuai dengan iman kita.

Marilah kita awali dengan memperdalam bacaan Injil. Konteks situasi yang dikisahkan dalam Injil ini, kurang lebih demikian: sebuah keluarga di Kana Galilea mengadakan pesta perkawinan. Pada zaman itu, pesta nikah dilaksanakan berhari-hari (sekitar satu minggu). Maka, kalau keluarga kurang cermat dalam memperhitungkan tamu yang akan hadir, mereka bisa kehabisan anggur atau suguhan yang lain pada saat pesta belum selesai. Inilah yang terjadi pada pesta nikah di Kana ini.

Dalam konteks budaya Yahudi pada waktu itu, kekurangan anggur bukanlah masalah sepele. Masalah ini bisa menjadi aib yang besar. Para tamu dapat tersinggung dan merasa kurang dihargai atau diterima sepantasnya. Buntutnya, keluarga yang bersangkutan tidak hanya dijadikan buah bibir setelah pesta tetapi bisa sampai dituntut di pengadilan.

Melihat situasi tersebut, Bunda Maria bertindak cepat. Letak kota Kana ini ± 14 km sebelah utara Nazaret. Menurut ukuran waktu itu, masih dekat dan tetanggaan dengan Nazaret. Rupanya, keluarga Kana ini juga mempunyai hubungan yang dekat atau bahkan kekerabatan dengan keluarga Nazaret. Buktinya, Maria dan Yesus diundang ke situ. Maria sendiri, kemungkinan seperti ibu-ibu yang lain ikut rewang di dapur. Kedekatan relasi ini makin tampak ketika Maria melihat bahwa mereka kehabisan anggur, tanpa diminta oleh tuan rumah, ia langsung bergerak cepat. Maria datang kepada Yesus karena ia yakin, dalam situasi gawat tersebut, hanya Yesus yang merupakan tumpuan harapan satu-satunya.

Begitulah, akhirnya terjadi dialog antara Maria dengan Yesus. Meskipun Yesus mengatakan bahwa “saat-Nya belum tiba” (ay.4), Maria yakin bahwa Yesus tidak akan tinggal diam dan membiarkan tuan rumah mengalami masalah besar. Dengan keyakinan itu, ia meminta kepada para pelayan agar mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Benar! Yesus tergerak melakukan sesuatu. Ia menyuruh para pelayan mengisi tempayan yang biasanya dipakai untuk membasuh kaki (ay.6) sebelum para tamu masuk ruangan pesta. Ada 6 tampayan yang harus diisi dengan air, masing-masing sampai penuh (ay.7). Diperkirakan, 1 tempayan dapat menampun 90 liter air. Jadi totalnya ada 540 liter.  

Injil Yohanes ini tidak menulis apa pun mengenai apa yang dibuat Yesus untuk mengubah air menjadi anggur. Hanya dituliskan, setelah ke-6 tempayan itu diisi air sampai penuh, pelayan-peyanan diminta mencedoknya dan membawa kepada peminpin pesta. Ternyata air tersebut sudah berubah menjadi anggur dengan kualitas yang baik (ay.8-10). Kemudian, dikatakan bahwa mukjizat itu merupakan “yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (ay.11)

Sekarang, apa pesan-Nya untuk kita?

Pertama, mari kita realistis bahwa hidup itu tidak akan pernah terlepas dari kesulitan, masalah, dan persoalan. Masalah muncul karena memang harus ada. Kita akan semakin kuat dan menjadi pribadi yang tangguh dengan adanya masalah yang harus kita hadapi, bagaikan sebuah pohon yang akan menjadi besar dan kuat ketika tumbuh bersama dengan terpaan hujan deras dan angin kencang. Tanpa masalah, kita justru tidak akan maju dan berkembang.

Kedua, dalam menghadapi realitas kehidupan yang demikian, kita diajak untuk mempunyai keyakinan iman bahwa Tuhan pasti dan selalu menolong. Sabda-Nya, “Aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatan menyala seperti suluh” (Yes 62:1). Ia juga mengaruniakan Roh-Nya untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan ajaib dalam hidup kita (bdk.1Kor 12:4-6). Ia berkenan hadir dalam kehidupan kita dan tinggal bersama kita sebagaimana Ia hadir di tengah-tengah keluarga Kana (Yoh 2:2). Bunda Maria pun selalu siap sedia memberi pertolongan pada kita (Yoh 2:3-5).

Ketiga, keyakinan iman bahwa Tuhan dan Bunda Maria selalu hadir, menyertai dan menolong kita, hendaknya membuka hati kita untuk selalu menjadikan Tuhan dan Bunda Maria sebagai tamu istimewa dalam kehidupan kita. Melalui doa-doa dan devosi kita, Perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, dll., kita undang Bunda Maria dan Tuhan Yesus untuk hadir dalam diri kita dan keluarga kita. Niscaya kita pun akan mengalami mukjizat Tuhan. Kita akan mendapat pertolongan dalam menghadapi setiap masalah, persoalan dan kesulitan. Hidup kita yang seringkali tawar seperti air, juga akan diubah menjadi seperti anggur yang manis dan berkualitas. Dan yang lebih penting, semoga kita un menjadi seperti para murid, yaitu semakin percaya dan beriman kepada Tuhan (Yoh 2:11).



No comments:

Post a Comment