Sabda Tuhan Kamis 31 Januari 2013, Peringatan Santo Yohanes Bosco (Imam)


“Lebih mudah orang menjadi marah daripada tetap sabar, mengancam seorang anak daripada menyadarkannya” (St. Yohanes Bosko)

Antifon Pembuka (Mat 5:19)

Siapa yang mengajarkan dan melakukan sabda Tuhan, dialah yang akan disebut besar dalam kerajaan surga.

Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, Engkau menganugerahi umat-Mu St. Yohanes Bosko yang semasa hidupnya gigih mendidik kaum muda yang tersingkirkan. Berilah kami keberanian untuk peduli terhadap kaum muda (dan anak-anak kami) yang membutuhkan uluran tangan kami sehingga mereka bertumbuh sebagai pribadi-pribadi yang bermartabat. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Surat ini mengingatkan bahwa orang Kristen itu satu “rumah tangga” dengan Yesus, Sang Imam Agung sebagai Kepala. Hendaknya setiap orang bersikap tulus, punya iman dan harapan yang teguh dan saling memerhatikan serta saling mendorong dalam cinta kasih.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:19-25)
 
"Marilah kita berpegang teguh pada harapan! Marilah kita saling memperhatikan dan saling mendorong dalam cinta kasih."

Saudara-saudara, berkat darah Yesus, kita sekarang dapat masuk ke dalam tempat kudus dengan penuh keberanian, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang memberi hidup bagi kita, yakni melalu tabir, yang tidak lain adalah diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Agung sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan akan harapan kita, sebab Dia, yang menjanjikannya, adalah setia! Di samping itu marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadat umat, seperti dibiasakan oleh beberapa orang! Sebaliknya marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 803
Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

Perumpamaan-perumpamaan Yesus mempunyai maksud untuk memberi penerangan/pencerahan. Mungkin hal-hal tertentu nampak masih seperti itu, tersembunyi, tetapi akan tiba waktunya menjadi jelas semuanya. Selain itu, untuk menanggapi kebenaran yang adalah syarat untuk mengerti kebenaran lebih lanjut.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)

  
"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."
 
Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan 1

Santo Yohanes Bosko, dengan karyanya terhadap pendidikan kaum muda, bagaikan pelita yang diletakkan di atas kaki dian. Setiap pengikut Kristus adalah pelita yang bernyala, yang mengenakan ukuran hukum yang tepat, yaitu cinta kasih. Ukuran hukum cinta kasih selalu meluap keluar, dan semakin bisa mencintai, seseorang justru akan ditambahkan porsi cintanya, hingga sampai pada totalitas. Itulah nyala pelita yang sesungguhnya, yakni totalitas cinta kasih. Maka jangan pernah frustasi karena cinta.
Renungan 2
Tema:MENJADI PELITA
Audio bisa didownload di SINI

Doa Malam

Tuhan Yesus, mempunyai hati yang tulus ikhlas dan iman yang teguh tidak slalu mudah di saat aku mengalami kesulitan dan tantangan hidup. Karena itu, ya Tuhan, dampingilah aku dalam mengupayakan lagi karena hanya Engkaulah harapanku, kini dan sepanjang masa. Amin.

SANTO YOHANES BOSKO
 
Yohanes Bosko atau biasa dipanggil Don Bosko, lahir pada 16 Agustus 1815 di Becchi, Italia. Ia ditahbiskan menjadi imam ketika berumur 26 tahun. Sebagai imam ia berkarya bagi kaum muda ia dijuluki sebagai "Bapak Kaum Muda" atau "Bapa, Guru dan Sahabat kaum muda". "Jika teman-temanmu baik, saya yakin bahwa suatu hari kelak kamu akan bersukacita bersama para kudus di surga; tetapi jika kumpulanmu jahat, kamu sendiri akan menjadi jahat pula, dan kamu berada dalam bahaya kehilangan jiwamu," kata Don Bosko kepada anak-anak muda yang didampinginya. Don Bosko merupakan satu-satunya Orang Kudus (Santo) yang mempunyai hampir 20 orang pengikut berusia muda (kurang dari 20 tahun) yang diakui oleh Gereja dan sedang menjalani proses untuk menjadi orang kudus. Tidak heran jika Gereja pun mengangkatnya sebagai Pelindung Kaum Muda.
Karena keletihan dengan kerjanya yang tak kunjung habis, Don Bosko meninggal pada tanggal 31 Januari 1888 di Turin. Dia diumumkan sebagai Venerabilis oleh Paus Pius X pada tahun 1907, dibeatifikasi oleh Paus Pius XI pada 2 Juni 1929, dan dikanonisasi juga oleh Paus Pius XI pada 1 April 1934. 
Sumber:

No comments:

Post a Comment