Renungan Senin 4 November 2013

LANJUT USIA

Bacaan: Yesaya 46:1-13

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus. (Yesaya 46:4)

Menurut data Agustus 2011, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar, dan 1 miliar di antaranya adalah kaum lanjut usia. Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia dengan jumlah lansia 24 juta. Kaum lansia kadang menjadi golongan yang kurang diperhatikan. Ketika anak masih kecil, orangtua merawat, menghidupi, dan melatihnya sampai anak itu mandiri. Ironisnya, ketika kekuatan orangtua melemah dan membutuhkan pertolongan orang lain, tak jarang si anak membiarkannya berjuang sendiri. Bagi lansia yang sedang risau menjalani hidup, nas hari ini sepatutnya memberikan penghiburan yang bermakna. Ketika itu Israel putus asa dan berpaling kepada allah lain buatan mereka sendiri (ay. 6-7) karena merasa ditinggalkan Tuhan. Sejatinya justru Israellah yang meninggalkan Tuhan. Dengan lembut namun tegas, Tuhan menegur Israel, "Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku?" (ay. 5). Mereka disebut sebagai orang congkak (ay. 12), menjauhi Tuhan yang telah menanggung, memikul, dan menyelamatkan mereka (ay. 4). Tuhan memanggil agar Israel kembali kepada-Nya karena keselamatan Tuhan sudah dekat (ay. 13). Oleh kedaulatan-Nya, Dia sanggup mewujudkan janji-Nya (ay. 10). Bagi para lansia, tantangan mereka adalah tetap percaya akan janji Tuhan. Bagi kita yang memiliki orangtua atau saudara yang telah lanjut usia, maukah kita dipakai untuk menggenapi janji-Nya dalam memelihara mereka yang sudah renta dan memutih rambutnya? Marilah kita menolong dan merawat mereka dengan penuh kesabaran.

TUHAN MEMANGGIL KITA UNTUK MENOLONG DAN MERAWAT MEREKA YANG LEMAH, SEPERTI ANAK-ANAK KECIL DAN PARA LANSIA.

READ MORE »»  

Renungan Minggu 3 November 2013

TIDAK PERNAH SIA-SIA

Bacaan Hari ini: Yohanes 4:31-38

Yang seorang menabur dan yang lain menuai. (Yohanes 4:37)

Seorang misionaris di Amerika Tengah menulis, "Pekerjaan di sini sangat berat. Aku harus naik perahu sepanjang hari dan pada malam hari aku tidur di atas tumpukan kulit di atas dek. Orang-orang di sini tidak tertarik pada Injil sekalipun aku sudah berusaha memenangkan mereka. Akibatnya aku sering ingin menghentikan usahaku. Meskipun demikian, didorong oleh teladan Rasul Paulus, aku tetap berlari tanpa ragu, menyadari bahwa Allah tidak menuntut keberhasilan, tetapi kesetiaanku." Dalam penginjilan, ketika orang belum dapat menerima kabar baik dan belum dapat percaya kepada Tuhan Yesus, bukan berarti upaya kita gagal dan sia-sia. Meskipun saat ini orang itu belum dapat menerimanya, kita tahu bahwa berita yang kita sampaikan itu merupakan "benih" yang hidup. Firman itu akan terus bekerja dalam diri orang itu sehingga suatu saat, oleh karya Roh Kudus, tidak mustahil ia bertobat. Mungkin dengan cara yang tidak kita pikirkan. Firman Allah mengingatkan kita bahwa ada orang yang menabur dan ada orang lain yang menuai. Jika upaya penginjilan kita belum membuahkan hasil nyata, anggaplah bahwa kita sedang menabur. Kita dapat mengucap syukur dan berharap suatu saat nanti ada saudara seiman lain yang berhasil memenangkan orang itu. Dalam kedaulatan Tuhan, benih firman yang kita taburkan tidak akan terhilang sia-sia. Tuhan menghendaki kita setia dalam melakukan bagian kita: memberitakan firman-Nya. Ada pun iman dan pertobatan seseorang, itu adalah bagian-Nya.

TUGAS KITA YANG TERUTAMA ADALAH MENABURKAN BENIH FIRMAN; TUHANLAH YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENUMBUHKANNYA.

READ MORE »»  

New Rechargeable Battery Invented

Design by Felice Vrankel

MIT researchers have engineered a new rechargeable flow battery that doesn’t rely on expensive membranes to generate and store electricity. The device, they say, may one day enable cheaper, large-scale energy storage.

The palm-sized prototype generates three times as much power per square centimeter as other membraneless systems — a power density that is an order of magnitude higher than that of many lithium-ion batteries and other commercial and experimental energy-storage systems.

The device stores and releases energy in a device that relies on a phenomenon called laminar flow: Two liquids are pumped through a channel, undergoing electrochemical reactions between two electrodes to store or release energy. Under the right conditions, the solutions stream through in parallel, with very little mixing. The flow naturally separates the liquids, without requiring a costly membrane.

The reactants in the battery consist of a liquid bromine solution and hydrogen fuel. The group chose to work with bromine because the chemical is relatively inexpensive and available in large quantities, with more than 243,000 tons produced each year in the United States.

In addition to bromine’s low cost and abundance, the chemical reaction between hydrogen and bromine holds great potential for energy storage. But fuel-cell designs based on hydrogen and bromine have largely had mixed results: Hydrobromic acid tends to eat away at a battery’s membrane, effectively slowing the energy-storing reaction and reducing the battery’s lifetime.

To circumvent these issues, the team landed on a simple solution: Take out the membrane.

“This technology has as much promise as anything else being explored for storage, if not more,” says Cullen Buie, an assistant professor of mechanical engineering at MIT. “Contrary to previous opinions that membraneless systems are purely academic, this system could potentially have a large practical impact.”

Buie, along with Martin Bazant, a professor of chemical engineering, and William Braff, a graduate student in mechanical engineering, have published their results this week in Nature Communications.

“Here, we have a system where performance is just as good as previous systems, and now we don’t have to worry about issues of the membrane,” Bazant says. “This is something that can be a quantum leap in energy-storage technology.”

Possible boost for solar and wind energy

Low-cost energy storage has the potential to foster widespread use of renewable energy, such as solar and wind power. To date, such energy sources have been unreliable: Winds can be capricious, and cloudless days are never guaranteed. With cheap energy-storage technologies, renewable energy might be stored and then distributed via the electric grid at times of peak power demand.

“Energy storage is the key enabling technology for renewables,” Buie says. “Until you can make [energy storage] reliable and affordable, it doesn’t matter how cheap and efficient you can make wind and solar, because our grid can’t handle the intermittency of those renewable technologies.”

By designing a flow battery without a membrane, Buie says the group was able to remove two large barriers to energy storage: cost and performance. Membranes are often the most costly component of a battery, and the most unreliable, as they can corrode with repeated exposure to certain reactants.

Braff built a prototype of a flow battery with a small channel between two electrodes. Through the channel, the group pumped liquid bromine over a graphite cathode and hydrobromic acid under a porous anode. At the same time, the researchers flowed hydrogen gas across the anode. The resulting reactions between hydrogen and bromine produced energy in the form of free electrons that can be discharged or released.

The researchers were also able to reverse the chemical reaction within the channel to capture electrons and store energy — a first for any membraneless design.

In experiments, Braff and his colleagues operated the flow battery at room temperature over a range of flow rates and reactant concentrations. They found that the battery produced a maximum power density of 0.795 watts of stored energy per square centimeter.

More storage, less cost

In addition to conducting experiments, the researchers drew up a mathematical model to describe the chemical reactions in a hydrogen-bromine system. Their predictions from the model agreed with their experimental results — an outcome that Bazant sees as promising for the design of future iterations.

“We have a design tool now that gives us confidence that as we try to scale up this system, we can make rational decisions about what the optimal system dimensions should be,” Bazant says. “We believe we can break records of power density with more engineering guided by the model.”

Yury Gogotsi, a professor of materials science and engineering at Drexel University, says eliminating the membrane is the next step toward scalable, inexpensive energy storage. The group’s design, he says, will help engineers better understand the physics of membraneless systems. 

“You cannot have an inexpensive energy-storage system by piling up tens of thousands of individual small cells, like cellphone or computer batteries,” says Gogotsi, who did not contribute to the research. “As any new technology, the laminar flow battery will need time to prove its viability. It’s like a newborn baby — we’ll only know what the technology is good for after a few years.”

According to preliminary projections, Braff and his colleagues estimate that the membraneless flow battery may produce energy costing as little as $100 per kilowatt-hour — a goal that the U.S. Department of Energy has estimated would be economically attractive to utility companies.

“You can do so much to make the grid more efficient if you can get to a cost point like that,” Braff says. “Most systems are easily an order of magnitude higher, and no one’s ever built anything at that price.”


Source
READ MORE »»  

The ISS (International Sapce Station) Moves?


The International Space Station orbits the Earth at 8 kilometers per second—but it's tough to visualize just how fast that is. When you think about it in terms of how far the thing moves during the course of a song you know, though, you'll be shocked.
In today's What If? post, Randall Munroe takes a look at exactly how fast the ISS travels. He gives two examples. The first is striking:
The ISS moves so quickly that if you fired a rifle bullet from one end of a football field, the International Space Station could cross the length of the field before the bullet traveled 10 yards.
But my favorite is how he visualizes the distance travelled while listening to I'm Gonna Be (500 Miles) by The Proclaimers. He explains how far you'd travel to it while moving at 8km/s:
That song is about 131.9 beats per minute, so imagine that with every beat of the song, you move forward more than two miles. In the time it took to sing the first line of the chorus, you could walk from the Bronx all the way to the Statue of Liberty. It would take you about two lines of the chorus (16 beats of the song) to cross the English Channel between London and France.


Created by: Jamie Condliffe 
Source
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Sabtu 17 Agustus 2013, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia


Photo by Herbanu Tri Sasongko
@herbanu_three
source: kdri.web.id/68

Mereka yang berada di bawah wewenang harus memandang pimpinannya sebagai pengabdi Allah, yang telah menempatkan mereka untuk mengurus anugerah-Nya Bdk. Rm 13:1-2.: "tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia... hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalah gunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah" (1 Ptr 2:13.16). Keterlibatan yang loyal memberi hak kepada warga negara, dan kadang-kadang malahan kewajiban, untuk memberi kritik atas cara yang cocok, apa yang rasanya merugikan martabat manusia atau kesejahteraan umum. --- Katekismus Gereja Katolik, 2328

Antifon Pembuka (Mzm 27:8-9)

Tuhanlah kekuatan umat-Nya, dan benteng keselamatan bagi raja yang diurapi-Nya. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, berkatilah pusaka-Mu. Gembalakanlah dan dukunglah mereka selamanya.

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahakuasa, kami bersyukur atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa kami. Semoga kami dapat memelihara dan mempergunakan kemerdekaan dengan bijaksana; semoga kami dapat menyalakan tungku kebaikan di atas kepala setiap orang sehingga kemuliaan dan kebaikan-Mu dapat dirasakan oleh setiap orang yang merindukan kemerdekaan sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera, diperlukan seorang pemimpin yang baik. Dan seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik, bila dia hidup dan memerintah atas dasar kehendak Tuhan, bukan hanya seturut keinginannya sendiri.


Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (10:1-8)
 
"Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya."
 
Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikian pula para pegawainya, seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat. Janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan, dan uang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 862
Ref. Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.
Ayat. (Mzm 101:1ac.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13)
  1. Ya, Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum-Mu. Aku hendak hidup tanpa cela. Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku, hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.
  2. Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia, supaya mereka tinggal bersama aku. Orang yang hidup dengan tidak bercela akan mendukung aku.
  3. Orang yang melakukan tipu daya, tidak akan diam dalam rumahku. Orang yang berbicara dusta tidak bertahan di bawah pandanganku.

Orang beriman harus tunduk pada peraturan dan hukum yang berlaku. Namun dia harus tetap menjadi orang yang merdeka dan bebas dalam melakukan kehendak Allah. Hidup saling mengasihi satu sama lain, harus tetap menjadi prioritas hidup orang beriman.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (2:13-17)
 
"Berlakulah sebagai orang yang merdeka. "
 
Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan untuk mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetap hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 20:25)
Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.

Orang beriman tidak perlu ragu untuk menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik kepada pemerintah. Namun dia juga tidak boleh bimbang untuk menomor-satukan iman dan pengabdiannya kepada Allah. Karena hanya Dialah yang menjadi jaminan hidupnya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:15-21)
 
"Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
 
Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka, "Gambar dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Baik pemimpin maupun warga negara mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing untuk bekerja segiat-giatnya demi kesejahteraan negaranya. Cara hidup yang pantas, antara lain kejujuran dan kerendahan hati, serta semangat melayani menolong mereka untuk membangun bangsa yang makmur, adil merata. Inilah jiwa manusia yang merdeka!

Doa Malam

Tuhan Allahku, aku berdoa bagi siapa saja yang telah berjasa dalam membangun negeriku ini. Sudilah Engkau memberkati mereka dengan damai dan sukacita atas jerih payah mereka. Aku juga berdoa bagi generasi muda agar mereka dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan bumi pertiwi ini. Amin.
 
 
 
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Rabu 24 Juli 2013, Hari Biasa Minggu XVI

 
Orang muda terkasih, jika kalian tetap berteguh dalam pengakuan iman Kristen di mana pun kalian diutus, maka kalian memerlukan Gereja. Tak seorang pun bisa menjadi saksi Injil sendirian saja. Yesus mengutus para murid-murid-Nya menjalankan misi secara bersama-sama.  Dia berkata kepada mereka dalam dengan bentuk kata kerja  majemuk ketika mengucapkan: “Jadikanlah murid-murid”.  Kesaksian kita biasa disampaikan sebagai  anggota Komunitas Kristen, dan misi kita dijadikan berbuah oleh komunitas yang hidup dalam Gereja.  Oleh kesatuan dan kasih kita satu sama lain bahwa orang lain akan mengenali kita sebagai murid Kristus (bdk. Yoh 13:35).  --- Seruan Paus Benediktus XVI kepada Orang Muda Sedunia 2013
   

Antifon Pembuka (Mzm 78:24-25)

Tuhan menghujankan manna untuk dimakan, dan memberi mereka gandum dari langit.

Doa Pagi
Allah Bapa kami yang penuh belas kasih, yang kecil dan tak berarti Kauperkembangkan sepenuhnya. Pandanglah kami yang kecil dan papa ini dan pekenankanlah kami tumbuh subur menyerupai wajah Kristus, Putra-Mu terkasih, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Allah menguji ketaatan umat Israel. Ia memberi roti manna dan daging burung puyuh atas sungut-sungut mereka karena kelaparan. Jangan mudah mengingkari Allah hanya karena kelaparan atau kekurangan ini dan itu.

Bacaan dari Kitab Keluaran (16:1-5.9-15)
 
"Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hujan roti dari langit!"

Segenap jemaah Israel berangkat dari Elim, lalu tiba di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan Gunung Sinai. Mereka tiba di sana pada hari yang kelima belas bulan yang kedua sejak mereka keluar dari tanah Mesir. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel terhadap Musa dan Harun. Mereka berkata, “Ah, andaikata tadinya kami mati di tanah Mesir oleh tangan Tuhan, tatkala kami duduk menghadap kuali penuh daging dan memakan roti sepuas hati! Sebab kalian membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan!” Lalu bersabdalah Tuhan kepada Musa, “Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hujan roti dari langit bagimu. Maka bangsa ini akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari. Dengan cara itu Aku hendak menguji apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Dan pada hari yang keenam apabila mereka memasak yang mereka bawa pulang, maka yang dibawa itu akan menjadi dua kali lipat banyaknya daripada yang mereka pungut setiap hari.” Lalu Musa berkata kepada Harun, “Katakanlah kepada seluruh jemaat Israel, ‘Marilah dekat ke hadapan Tuhan, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu’.” Dan ketika Harun sedang berbicara kepada seluruh jemaat Israel, mereka mengarahkan pandangan ke arah padang gurun, maka tampaklah kemuliaan Tuhan dalam awan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa, “Aku telah mendengar orang Israel bersungut-sungut. Katakanlah kepada mereka, ‘Pada waktu senja kalian akan makan daging dan waktu pagi kalian akan makan roti sampai kenyang. Maka kalian akan tahu, bahwa Akulah Tuhan Allahmu’.” Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung-burung puyuh menutupi perkemahan mereka. Dan pagi harinya terhamparlah embun sekeliling perkemahan. Setelah embun menguap nampaklah pada permukaan gurun sesuatu yang halus mirip sisik, halus seperti embun yang membeku di atas tanah. Melihat itu umat Israel saling bertanya-tanya, ‘Apakah ini?’ Sebab mereka tidak tahu, apa itu. Lalu berkatalah Musa, “Inilah roti yang diberikan Tuhan menjadi makananmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan memberi mereka gandum dari langit.
Ayat. (Mzm 78:18-19.23-28)
  1. Dalam hati, mereka mencobai Allah dengan menuntut makanan untuk menuruti nafsu mereka. Mereka berbincang-bincang menyangsikan Allah, “Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?”
  2. Maka Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas, dan membuka pintu-pintu langit; Ia menghujankan manna untuk dimakan, dan memberi mereka gandum dari langit.
  3. Roti para malaikat menjadi santapan insan, bekal berlimpah disediakan oleh Allah. Ia menghembuskan angin timur dari langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya.
  4. Ia menghujankan daging seperti debu banyaknya, dan burung-burung bersayap dihamburkan-Nya laksana pasir di laut; Semua itu dihujankan-Nya di tengah perkemahan mereka, di sekeliling tempat kediaman mereka.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selama-lamanya.

Banyak orang datang kepada Yesus untuk mendengar pengajaran-Nya. Mereka sangat antusias mendengar pengajaran tentang benih. Setiap orang harus mendengarkan dengan sungguh agar firman-Nya berbuah dalam hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:1-9)
 
"Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda."

Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan. Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar menaburkan benih. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu burung-burung datang memakannya. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya; lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengarkan!”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Yesus, Sang Penabur menaburkan benih sabda ke dalam hati manusia. Yesus juga sangat mengharapkan bahwa benih itu bisa bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah. Hanya orang yang terbuka hatinya dan mau mendengarkan sabda Tuhan bisa menghasilkan buah berlipat ganda dalam hidup dan karyanya.
 
Doa Malam
Tuhan, Engkau begitu sabar dalam mendidik dan mengolah hidupku dengan aneka peristiwa yang sangat berguna bagi pertumbuhan imanku hingga hari ini. Semoga aku selalu setia berbakti kepada-Mu untuk selama-lamanya. Amin. 
 
 
 
READ MORE »»  

Sadba Tuhan Selasa 23 Juli 2013, Hari Biasa Minggu XVI


“Mengakui nama lain selain nama Kristus, berarti bukan umat Tuhan” (St. Ignasius dari Antiokhia)

Antifon Pembuka (Kel 15:10.12)

Kautiupkan napas-Mu, maka laut menutup mereka, laksana timah mereka tenggelam dalam ombak dahsyat. Engkau mengulurkan tangan, mereka ditelan bumi.

Doa Pagi

Tuhan, Engkau telah menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir sehingga membuat orang Israel percaya kepada-Mu dan kepada Musa, hamba-Mu. Buatlah aku dapat merasakan penyelamatan-Mu di sepanjang hari ini. Amin.

Perlindungan Tuhan sungguh luar biasa. Allah melindungi Israel dan menghantar mereka ke tanah terjanji dari serangan bangsa Mesir. Kekuatan Allah tak terkalahkan. Karena itu, takut akan Tuhan dan percaya pada-Nya adalah pilihan yang terbaik.


Bacaan dari Kitab Keluaran (14:21 - 15:1)
 
"Umat Israel masuk ke tengah laut yang kering."
  
Waktu orang Mesir mengejar orang Israel Musa mengulurkan tangannya ke atas laut. Maka semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan laut itu. Maka air terbelah dan orang Israel masuk ke tengah laut yang kering. Di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka. Orang-orang Mesir pun mengejar menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel yang masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang berapi dan awan lalu mengacau-balaukan tentara Mesir. Roda keretanya dibuat-Nya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata, “Mari kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!” Bersabdalah Tuhan kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka dan pasukan berkuda mereka.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan, serta percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya. Pada waktu itu Musa bersama-sama orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan. 

    
(tanpa 'demikianlah sabda Tuhan', langsung Mazmur Tanggapan)
 
Mazmur Tanggapan (atau PS 671)
Ref. Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.
Ayat. (Mzm Kel 15:8-9,10,12,17; Ul:1)

  1. Ya Tuhan, karena nafas murka-Mu segala air naik bertimbun-timbun, segala alirannya berdiri tegak seperti bendungan, dan air bah membeku di tengah laut. Musuh berkata, "Mari aku kejar, aku capai mereka, aku bagi-bagi jarahan. Nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, pedangku akan kuhunus. Tanganku akan menumpas mereka.
  2. Tetapi Engkau meniupkan nafas-Mu dan laut pun menutupi mereka. Seperti timah mereka tenggelam dalam air yang dahsyat. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu, maka bumi pun menelan mereka.
  3. Engkau membawa umat-Mu dan mencangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri, di tempat yang telah Kaujadikan kediaman-Mu, di tempat kudus yang didirikan tangan kanan-Mu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil, do = g ,4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Konsep baru diberikan oleh Yesus. Dalam karya pewartaan-Nya, mereka yang melaksanakan kehendak Bapa itulah saudara-saudari dan ibunya. Berbahagialah kita yang diberi anugerah menjadi anggota keluarga Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (12:46-50)

 
"Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda, 'Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku.'"
 
Sekali peristiwa ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak, ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka berkatalah seseorang kepada-Nya, “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi Yesus menjawab kepadanya, “Siapakah ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku?” Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia bersabda, “Inilah ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Siapakah ibu dan saudara-saudari Yesus? Siapakah anggota keluarga Yesus? Mereka adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa di surga. Maukah kita bisa menjadi anggota keluarga Yesus? Syaratnya jelas, bila kita melakukan kehendak Allah.

Renungan (Audio)

 
 
Doa Malam

Tuhan, Engkau tahu akan keberadaanku, jika aku dapat melakukan yang terbaik bagi-Mu. Semua itu semata-mata karena berkat pertolongan rahmat-Mu. Tuhan, terimalah syukurku atas hari yang indah dan akan segera berlalu ini. Amin.
Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Senin 22 Juli 2013, Peringatan Sta.Maria Magdalena


Setan bukanlah mereka yang menyalibkan-Nya, melainkan engkau yang masih berpuas diri dalam dosa. (St. Fransiskus dari Asisi)
   
Antifon Pembuka (Yoh 20:17)

Yesus bersabda kepada Maria Magdalena, "Pergilah dan beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku: Aku naik kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."


  
Doa Pagi
Ya Yesus yang baik, kadang kami merasa jauh dari-Mu, bahkan kami merasa Kautinggalkan. Ubahlah pikiran dan hati kami agar semakin yakin bahwa Engkau selalu ada beserta kami. Seperti halnya Engkau menghibur Maria Magdalena yang takut Kautinggalkan. Tambahkanlah pula dalam diri kami suatu keyakinan bahwa Engkau telah menyiapkan suatu jalan dan tempat di rumah Bapa agar kami merasa dekat dan merasa aman. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Bacaan dari Kitab Keluaran (14:5-18)

   
"Mereka akan insaf bahwa Aku ini Tuhan, apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun."
 
   Waktu diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa Israel telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa Israel itu. Mereka berkata, “Apakah yang telah kita perbuat ini? Mengapa telah kita biarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?” Kemudian Firaun memasang keretanya dan membawa serta rakyatnya. Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya. Demikianlah Tuhan mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang perkasa. Adapun orang Mesir, dengan segala kuda dan kereta Firaun, dengan orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka, dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh; maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel; mereka berseru-seru kepada Tuhan, dan mereka berkata kepada Musa, “Apakah di Mesir tidak ada kuburan, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Maksudmu apa membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah telah kami katakan di Mesir, janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami bekerja bagi orang Mesir daripada mati di padang gurun!” Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu, “Janganlah takut! Tetaplah berdiri, dan perhatikanlah keselamatan dari Tuhan yang hari ini juga akan diberikan-Nya kepada kalian. Sebab orang Mesir yang kalian lihat hari ini takkan kalian lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kalian, dan kalian tinggal diam saja.” Lalu Tuhan bersabda kepada Musa, “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Tetapi sementara itu Aku akan menegarkan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel. Dan terhadap Firaun serta seluruh pasukannya, kereta dan orang-orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insyaf, bahwa Aku ini Tuhan, apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.” Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan  
Ref. Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.  
Ayat. (Kel 15:1-2.3-4.5-6)
  1. Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur. Kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. Tuhan itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Dia Allahku, kupuji Dia; Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia.
  2. Tuhan itu pahlawan perang; Tuhan, itulah nama-Nya! Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut, para perwira pilihannya dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
  3. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, ya Tuhan, menghancurkan musuh.
       
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.
Katakanlah Maria, engkau melihat apa? Wajah Yesusku yang hidup, sungguh mulia hingga aku takjub.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:1.11-18) 
 

"Ibu mengapakah engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?"     
    Pada hari Minggu Paska, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka, "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ; tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepadanya, "Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya, "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, "Rabuni!" artinya: Guru. Kata Yesus kepada-Nya, "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Rasa sedih yang mendalam kerapkali membuat perhatian terfokus pada diri sendiri. Ia tidak mampu melihat segala sesuatu yang terjadi di luar dirinya. Demikianlah yang dialami Maria Magdalena.

Diceritakan dalam Injil hari ini bahwa hati Maria sangat berduka ketika melihat kubur Yesus terbuka dan jenazah-Nya tidak ada di dalamnya. Ia mengira jenazah Yesus diambil orang. Kedukaan Maria begitu mendalam sehingga seluruh perhatiannya tercurah pada jenazah Yesus yang hilang. Hal yang dia pikirkan ialah siapa yang mengambil jenazah Yesus dari kubur itu.

Karena itu, kehadiran dua malaikat, satu duduk di sebelah kepala dan yang satunya lagi di sebelah kaki, tempat jenazah Yesus dibaringkan, tidak dipedulikannya. Maria yang tenggelam dalam kedukaan tidak dapat melihat hal itu sebagai tanda kebangkitan Tuhan. Bahkan, oleh karena kedukaannya itu, ia tidak mampu merasakan dan melihat kehadiran Tuhan Yesus didekatnya.

Sapaan Yesus yang bangkit kepada Maria, akhirnya membuat dia mampu melihat bahwa Orang yang ada di depannya itu bukanlah seorang penjaga kebuh seperti yang telah ia duga, melainkan Yesus sendiri. Sapaan-Nya menyadarkan Maria bahwa Yesus tidak diambil orang tetapi bangkit. Maria telah melihat sendiri bahwa Yesus sungguh telah bangkit dari kubur. Kedukaannya telah dihapus oleh kebangkitan-Nya. Karena itu, Maria diutus untuk memberitakan apa yang dilihatnya itu kepada para murid yang lain.

Hari ini Gereja merayakan peringatan Sta. Maria Magdalena. Pengalaman iman Maria kiranya juga menjadi cermin pasang-surut perjalanan iman kita. Kita kerapkali dihadapkan pada pelbagai persoalan hidup. Umumnya, kecenderungan yang ada pada kita ialah tenggelam dalam persoalan yang sedang menimpa kita. Akibatnya, kita tidak lagi mampu melihat dan merasakan kehadiran Tuhan di tengah-tengah persoalan hidup kita.

Imanlah yang memampukan kita untuk mengenal dan merasakan kehadiran Tuhan di tengah-tengah segala persoalan hidup. Iman akan kebangkitan Kristus membangkitkan semangat dan menerbitkan terang di saat mengalami kegelapan dan persoalan hidup.

Mari, pada Tahun Iman ini kita terus menggali dan mengembangkan iman kita akan Yesus yang telah bangkit dan selalu menyertai kita.

 

Renungan (Audio)
Bisa didownload di sini
Doa Bagi Peserta Hari Orang Muda Sedunia ke 28
di Rio de Janeiro, Brazil 22-28 Juli 2013

 

Allah Bapa surgawi, kami bersyukur kepada-Mu atas rencana dan kehendak-Mu yang Engkau nyatakan kepada orang-orang muda Katolik sedunia, yang pada esok hari secara resmi memulai pesta iman, hari orang muda sedunia ke 28 di Brazil. Berkatilah mereka, ya Bapa, agar pertemuan antar orang-orang muda Katolik dari berbagai negara, bahasa dan suku bangsa, dapat mempererat tali persaudaraan di antara mereka sebagai masa depan Gereja. Berkatilah mereka dalam kuasa Roh Kudus-Mu agar melalui perayaan iman selama sepekan yang diselenggarakan dalam suasana Tahun Iman ini, iman anak-anak-Mu diperbarui dan semakin diteguhkan. Antarkan mereka kepada pengalaman akan Pentakosta baru yang membarui dan membuat mereka berani menjadi pewarta-pewarta Injil dan saksi-saksi iman yang pemberani di tengah-tengah kaum muda. Doa ini kami mohon kepada-Mu, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Minggu 21 Juli 2013, Hari Minggu Biasa XVI


“Gereja adalah tempat pertemuan dengan Putra Allah yang hidup dan karenanya menjadi tempat pertemuan diantara diri kita. Inilah sukacita yang diberikan Allah : bahwa Ia membuat diri-Nya menjadi satu diantara kita.” --- Paus Emeritus Benediktus XVI

Antifon Pembuka (Mzm 58:6.8)

Allah adalah penolongku, Tuhanlah yang menopang hidupku. Maka dengan rela aku mempersembahkan kurban dan memuji kebaikan-Mu, ya Tuhan.

Doa Pagi

Allah Bapa kami di surga, melalui Yesus, Putra-Mu, kami telah Kauberitahu, bahwa pelayanan sejati bersumberkan pengabdian kepada-Mu. Kami mohon, bukalah hati kami agar dapat menerima Sabda-Nya dan sesama kami serta membagi rezeki dengan mereka. Maka Engkau akan membuka pintu-Mu bagi kami serta menerima kami dalam kediaman-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (18:1-10a)
 
  
"Tuanku, singgahlah ke kemah hambamu ini."
  
Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre. Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya di kala hari panas terik. Ketika ia mengangkat mata, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Melihat mereka, Abraham bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka. Ia bersujud sampai ke tanah dan berkata, “Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan, singgahlah di kemah hambamu ini. Biarlah diambil sedikit air, basuhlah kaki Tuan dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; biarlah hamba mengambil sepotong roti, agar tuan-tuan segar kembali. Kemudian bolehlah tuan-tuan melanjutkan perjalanan. Sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka, “Perbuatlah seperti yang engkau katakan itu!” Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata, “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!” Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya, mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya, dan memberikannya kepada seorang bujangnya yang segera mengolahnya. Kemudian Abraham mengambil dadih, susu, dan anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya kepada ketiga orang itu. Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu, sementara mereka makan. Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham, “Di manakah Sara isterimu?” Jawab Abraham, “Di sana, di dalam kemah.” Maka berkatalah Ia, “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau. Pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat. (Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5)

  1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
  2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
  3. Yang tidak meminjamkan uangdengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:24-28)

  
"Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad sekarang dinyatakan kepada orang kudus-Nya."
 
Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita demi kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuhnya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan kepenuhan firman-Nya kepada kamu, yaitu: Rahasia yang tersembunyi berabad-abad dan turun-temurun, kini dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Allah berkenan memberitahu mereka betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di antara kamu. Dialah harapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan dengan memperingatkan orang dan mengajar mereka dalam segala hikmat untuk memimpin setiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 8:15)
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)

  
"Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang terbaik."
 
Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Tetapi Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli bahwa saudariku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan

Dalam Bacaan I dikisahkan Tuhan menampakan diri kepada Abraham sebagai Tamu. Abraham amat bergembira menerima-Nya dan karena itu, ia menjamu dengan hidangan yang terbaik. Tuhan membalasnya dengan berkat kehamilan Sara, istrinya pada hari tuanya. Dalam Bacaan yang kedua, Paulus memberikan kesaksian hidupnya yang begitu bahagia sebagai pelayan Tuhan. Penderitaan sebagai pelayan Tuhan dalam melayani umat-Nya diterima dengan sukacita. Paulus bersyukur karena boleh menyatakan rahasia besar yakni bahwa Kristus ada di tengah-tengah umat-Nya. Bagi Paulus, kesempatan melayani Tuhan dalam hidupnya adalah kegembiraan dan sukacita. Dalam Injil dikisahkan dua bersaudara yakni Marta dan Maria yang sama-sama berusaha ingin menerima dan melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya walaupun wujudnya berbeda. Baik Marta maupun Maria mempunyai tujuan yang sama yakni ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Kita perlu mencontohi atau meneladani Abraham, Paulus, Marta dan Maria dalam menyam*but dan menerima kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita harus selalu membuka hati untuk kehadiran-Nya dalam hidup kita. Kehadiran-Nya kita terima dengan gembira dan penuh sukacita. Ia selalu hadir dalam berkat-Nya dan bimbingannya untuk menyelenggarakan hidup kita. Marilah kita menjalani hidup ini dengan penuh syukur. Semoga dengan hidup penuh syukur, kita semakin dikuatkan dalam pengabdian dan pelayanan kepada Tuhan dan sesama kita.

 

Renungan (Audio)

Audio bisa didownload di sini



Doa

Ya Tuhan, terima kasih atas kehadiran-Mu yang selalu menyertaiku. Semoga hidupku penuh syukur atas kebaikan-Mu sehingga aku setia dan teguh dalam mengabdi-Mu serta mengabdi sesama. Amin.




Sumber:
Renungan pagi
lumen
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Jumat 19 Juli 2013, Hari Biasa Pekan XV


Pujilah Tuhan, hai jiwaku; seluruh diriku, pujilah nama-Nya yang kudus! (Mzm 103:1)

Antifon Pembuka (Mzm 115:17-18)

Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu sambil menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Doa Pagi

Allah yang penuh belas kasih, kasih-Mu kekal abadi dalam kehidupanku. Semoga sepanjang hari ini aku tak mudah putus asa dalam mengarungi samudera kehidupan, karena Engkau menyertaiku. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Keluaran (11:10-12:14)

"Hendaklah kalian menyembelih anak domba pada waktu senja. Apabila Aku melihat darah, maka Aku akan melewati kalian!"
 
Musa dan Harun telah melakukan segala mukjizat di depan Firaun. Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi dari negeri Mesir. Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, ‘Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak domba itu harus jantan, tidak bercela dan berumur setahun, boleh domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kalian kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Dan darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah tempat orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus makan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti tak beragi dan sayuran pahit. Janganlah kalian memakannya mentah atau direbus dalam air; tetapi hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepala, betis dan isi perutnya. Janganlah kalian tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi. Apa yang tinggal sampai pagi harus dibakar habis dalam api. Beginilah kalian memakannya: pinggang berikat, kaki berkasut dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kalian memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia, maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah, Tuhan. Adapun darah domba tersebut menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kalian tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, Aku akan melewati kalian. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah kalian pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari itu harus menjadi hari peringatan bagimu dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun. Hari itu harus kalian rayakan sebagai suatu ketetapan untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku akan mengangkat piala keselamatan dan menyerukan nama Tuhan.
Ayat. (Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18)

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
  2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku!
  3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu dan akan menyerukan nama Tuhan; aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Yoh 10:27)
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengenal Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (12:1-8)
 
"Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di lading gandum. Karena lapar murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam bait Allah, dan mereka semua makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. Atau tidakkah kalian baca dalam Kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah. Seandainya kalian memahami maksud sabda ini, ‘Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan’, tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

 

Renungan
 

Dora adalah seorang ibu yang sangat saleh. Ia memiliki disiplin yang tinggi baik dalam hal-hal yang terkait dengan ibadat dan doa maupun dengan kebiasaan dalam rumah tangga dan lingkungan pekerjaan. Ia sangat teliti mengikuti dan mematuhi segala peraturan mengenai ibadat, kepegawaian, dan lain-lain. Kalau ada kesalahan sedikit saja, ia selalu berkomentar yang nadanya menyalahkan. Sering kali, kalau yang melakukan kesalahan itu anak-anak atau orang muda, ia tidak segan-segan memarahinya, dan tidak jarang ia melontarkan kata-kata yang pedas dan menyakitkan.
Hari ini Yesus menegaskan sisi lain yang mesti kita perhatikan: belas kasih. Disiplin dan taat peraturan itu baik. Tetapi, kalau demi peraturan kita menyakiti hati orang, ini menjadi tidak baik. Apalagi kalau kita mengurbankan orang demi peraturan yang tidak sangat penting. Yesus memberikan pukulan telak kepada orang-orang Farisi yang demikian taat pada agama tetapi tidak mengenal belas kasih. Untuk itu, Yesus sengaja menampilkan apa yang dilakukan oleh Raja Daud dan para imam. Ketika Daud dan pengikutnya kelaparan, ia masuk ke dalam Rumah Allah dan makan roti sajian yang menurut peraturan hanya boleh dimakan oleh imam-imam. Jadi, demi menyelamatkan hidup, peraturan itu boleh diabaikan. Allah lebih menghendaki belas kasih dari pada ketatnya peraturan.
Renungan (Audio)
 
Bisa didownload di sini

 
Doa

Tuhan Yesus Kristus, berilah aku hati yang pemurah sehingga aku dapat bersikap penuh belas kasih dan lapang dada kepada sesama, khususnya yang berbeda pendapat dan sikap denganku. Amin.

Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Kamis 18 Juli 2013, Hari Biasa Pekan XV


"Tuhan membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat daripada para lawannya." (Mzm 105:24)

Antifon Pembuka (Mat 11:29)

Terimalah beban-Ku dan belajarlah dari pada-Ku, sebab Aku lembut dan rendah hati; maka hatimu akan tenang.

Doa Pagi

 

Allah Bapa yang Mahabaik, betapa engkau mengasihi kami lebih dari segalanya. Ketika kami dalam kesulitan, Engkau mengundang kami datang kepada-Mu untuk menyerahkan semuanya pada-Mu. Engkau berjanji akan memberikan kelegaan bagi kami. Semoga kami dapat mengalami pemeliharaan-Mu yang besar dalam segala usaha kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 

Perutusan itu membutuhkan bukti. Musa perlu meyakinkan bangsa Israel bahwa dialah utusan Allah. Keyakinan akan membawa orang kepada keselamatan di dalam Allah.

Bacaan dari Kitab Keluaran (3:13-20)
 
"'Sang 'Aku' telah mengutus aku kepadamu."

Waktu Musa mendengar sabda Tuhan dari tengah semak duri bernyala, berkatalah ia kepada Allah, “Apabila aku menemui orang Israel, dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’ dan mereka berkata, ‘Siapakah nama-Nya?’ Apa yang harus kukatakan kepada mereka?” Sabda Tuhan kepada Musa, “Aku adalah ‘Sang Aku’. Lalu dilanjutkan, “Katakanlah begini kepada orang Israel, ‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu.” Sabda Allah pula kepada Musa, “Katakanlah ini kepada orang Israel, ‘Tuhan, Allah nenek nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu’, itulah nama-Ku untuk selamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel, dan katakanlah kepada mereka, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta bersabda, Aku sudah mengindahkan kalian, dan juga apa yang dilakukan di Mesir terhadapmu. Maka Aku telah bersabda, Aku akan menuntun kalian keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya’. Setelah mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau bersama para tua-tua Israel harus menghadap raja Mesir. Kalian harus berkata kepadanya, ‘Tuhan, Allah orang Ibrani, telah menemui kami. Oleh sebab itu izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah kami.’ Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kalian pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. Maka Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu raja Mesir akan membiarkan kalian pergi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

 

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1.5.8-9.24-25.26-27)

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
  2. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
  3. Tuhan membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat daripada lawan-lawannya; Diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya.
  4. Maka Tuhan mengutus Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; mereka mengerjakan tanda-tanda-Nya di tengah para lawan, dan mukjizat-mukjizat-Nya di tanah Ham.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

Bekerja di ladang Tuhan tidak akan sia-sia. Di dalam Yesus segala letih lesu akan dilegakan. Sukacita diberikan oleh Tuhan bagi orang yang setia bekerja di kebun anggurnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)

 
"Aku ini lemah lembut dan rendah hati."
 
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

 

Renungan
 

Siapakah orang yang letih lesu itu? Itulah orang yang dikuasai oleh hawa nafsu. Siapakah orang yang berbeban berat itu? Itulah orang yang dikuasai oleh keangkuhan hidup. Yesus secara khusus membuka hati dan diri-Nya kepada mereka itu. Karena Dia adalah seorang yang lemah lembut dan rendah hati.
Renungan (Audio)
Renungan bisa didownload di sini


Doa Malam

Tuhan Yesus, semoga sabda-Mu hari ini memberi semangat untuk selalu berpaut kepada-Mu. Sabda-Mu yang sama membersihkan jiwa kami. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
 


Sumber:
READ MORE »»