Sabda Tuhan Senin 24 Desember 2012, Hari Biasa Pekan Adven


Dari mana datangnya damai di bumi, selain dari kenyataan, yang tumbuh dari bumi, yaitu Kristus yang lahir sebagai Manusia? --- St Agustinus

Antifon Pembuka (Gal 4:4)

Lihatlah, sudah genaplah saatnya Allah mengutus Putra-Nya ke dunia.

Doa Pagi

Allah Bapa kami, berkat-Mu senantiasa menyertai orang-orang yang telah Kaupilih. Berkatilah juga kami hari ini dalam mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Samuel meminta Daud melakukan segala yang dikandung hatinya, sebab Tuhan menyertainya (Imanuel). Maka, Tuhan berjanji untuk mengokohkan kerajaan-Nya. Bukan kerajaan duniawi, melainkan Kerajaan Ilahi, sebab raja yang sesungguhnya adalah Allah sendiri. Samuel ingin menyatakan bahwa efek dari perbuatan bagi Tuhan yang keluar dari kandungan hati sungguh luar biasa. Adakah sesuatu yang bermutu, jika dilakukan tanpa hati?


Bacaan dari Kitab kedua Samuel (7:1-5.8b-12.16) 
     
 "Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya dihadapan Tuhan."
   Pada masa itu Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekeliling. Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja, "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglag firman Tuhan kepada Natan, "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Demikianlah sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 868  
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.  
Ayat. (Mzm 89:2-3.4-5.27-29; R: 2a)  
  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. 
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun." 
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

Bait Pengantar Injil  
Ref. Alleluya  
Ayat. O Tuhan, Cahaya abadi dan Surya keadilan, datanglah, dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayangan maut.

Kidung Zakharia adalah pujian setiap ayah atas karya Allah yang mengagumkan. Setelah menjadi bisu, Zakharia menyadari karya Allah yang memberikan kelepasan ikatan lidahnya (menyembuhkannya dari penyakit bisu), memberi "tanduk" keselamatan (mungkin yang dimaksudkan adalah Yohanes Pembaptis, putranya, sebagai perintis jalan Tuhan Yesus). Singkatnya, Allah tak pernah ingkar janji. Kualitas pribadi seorang ayah diuji, saat harus berpegang teguh pada janji.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:67-79)

"Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang."

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya; Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." Inilah Injil Tuhan kita! U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan

  
Renungan 1:
 
  
Doa Bapa Kami mengajarkan kita untuk memuliakan Tuhan. Doa memang pertama-tama suatu pujian syukur kepada Tuhan. Kita memuliakan Tuhan, Pencipta alam semesta. Sebagai mana Bunda Maria, Zakharia juga mengungkapkan rasa sukacitanya dalam syair madah pujian. Madah atau Kidung Zakharia ini kita lambungkan di pagi hari untuk membuka hari baru. Bersama Zakharia, kita memuliakan kebaikan Tuhan yang selalu mengunjungi kita, umat-Nya. 

Renungan 2:
Tema:ALLAH MELAWAT UMATNYA
Audio bisa diodownload di SINI




Doa Malam
 
   
Allah Bapa surgawi, malam ini dunia bersukacita. Umat-Mu bersorak-sorai menyambut kelahiran Kanak-kanak Yesus, Sang Juruselamat, Dia yang datang untuk mengarahkan kaki kami kepada jalan damai sejahtera. Semoga dengan menyambut-Nya hidup kami tidak diliputi oleh kegelapan. Hidup kami pun dipenuhi oleh damai sejahtera dan kami dimampukan juga untuk membawa damai sejahtera itu bagi sesama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin. 
Sumber:

No comments:

Post a Comment