Sabda Tuhan Selasa 25 Desember 2012, hari Raya Natal (Siang)


"Sabda Allah yang satu dan sama berada dalam semua Kitab; Sabda Allah yang satu dan sama bergaung dalam mulut semua penulis Kitab yang suci. Dan karena sejak awal Ia adalah Allah pada Allah, Ia tidak membutuhkan suku-suku kata, karena Ia tidak bergantung pada waktu" (Agustinus, Psal. 103,4,1). --- Katekismus Gereja Katolik, 102
 

Antifon Pembuka (Yes 9:6)

Seorang Bayi telah lahir bagi kita, seorang Putera telah diberikan kepada kita. Ia menyandang kekuasaan di bahu-Nya, dana kan disebut Penasihat Agung.



Doa

Allah Bapa yang maha pengasih, Engkau telah menciptakan manusia secara mengagumkan, namun secara lebih mengagumkan lagi Kaubaharui dia. Kami mohon, Kauperkenankan ikut ambil bagian dalam keallahan Dia, yang berkenan mengenakan kemanusiaan kami. Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus Allah sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Kitab Yesaya (52:7-10)
  
"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umatnya."
  O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Demikianlah sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3b.3c-4.5-6; Ul:3c)  

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.  
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di antara para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.  
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.  
  4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (1:1-6)
  
"Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
 
  Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan" Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku". Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."  
Demikianlah sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah.
  
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat:2/4
Hari ini cahaya gemilang turun ke dunia, dan fajar suci menyinari kita; marilah menyembah Tuhan, hai semua bangsa. 



  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
 
"Firman telah menjadi manusia."
 
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Antifon Komuni (Mzm 97:3)

Segala ujung bumi menyaksikan penyelamatan oleh Allah.

Renungan 1:
   
TELAH MENJADI MANUSIA

Saudara, tatkala kita merayakan Natal, rasanya dunia menjadi berbeda. Terasa begitu sejuk, nyaman dan damai. Hampir semua orang tersenyum manis di waktu Natal. Suasana kota yang biasanya begitu sibuk dan acuh tak acuh itu, tiba-tiba menjadi begitu ramah dan damai. Bagi kita, umat Katolik, tentu Natal membuat kita merasa bahagia.

Namun, apakah sebenarnya makna Natal itu bagi kita? Injil Yohanes dengan jelas menggambarkan Sang Sabda yang bersedia turun ke dunia dan menjadi manusia serta tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Dalam Injil Misa Siang, penginjil Yohanes menggunakan kata "dunia" (lih. ay. 9-10). Kata ini mengacu pada tempat beradanya kekuatan-kekuatan gelap yang melawan kehadiran ilahi. (lih. ay. 5). Ke tempat seperti inilah Terang Ilahi bersinar dan Terang-Nya tidak dikalahkan oleh kekuatan-kekuatan gelap mana pun.

Apa pesannya bagi kita? Hari raya Natal akan besar maknanya bagi zaman kita ini bila ditegaskan bahwa iman akan Yesus Kristus yang lahir di dunia menjadikan kita percaya bahwa Terang-Nya tak terkalahkan meskipun banyak yang menghalanginya. Artinya, mereka yang menganggap ciptaan ini buruk dan gelap belaka serta memperlakukannya dengan buruk bisa jadi sudah mulai memisahkan diri dari Dia, sumber terang itu sendiri. Orang-orang yang demikian ini dengan sendirinya akan tersingkir. Sebaliknya, mereka yang percaya bahwa jagat ini dapat menjadi baik dan ikut mengusahakannya menjadi lebih baik, sebetulnya mereka ada di pihak Dia.

Akhirnya, biarlah makna Natal ini dapat kembali menyegarkan kita dan membuat kita kembali dapat merasakan kebahagiaan dan damai Natal. Biarlah peristiwa Natal ini membuat kita bersukacita karena melihat kebaikan dan kebesaran Allah yang mau menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Dia bersedia menjadi sama dengan manusia dalam segala hal kecuali dalam hal dosa. Dia mau setia untuk tinggal bersama manusia dan terus membarui manusia dengan Terang-Nya yang mengagumkan.

Semoga kita selalu ada di pihak Yesus, Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Semoga kita selalu bersama-Nya, Sang Anak Tunggal Bapa, penuh kasih, karunia dan kebenaran. Yesus Kristus, Dialah Terang Hidup kita. Selamat Hari Raya Natal! 

Renungan 2:
 
Tema:HARI RAYA NATAL
Audio bisa didownload di SINI


Sumber:

READ MORE »»  

Sabda Tuhan Selasa 25 Desember 2012, Hari Raya Natal (Pagi)


“Tidak ada yang lebih diperlukan untuk menumbuh-kembangkan pengharapan kita selain menunjukkan kepada kita bagaimana Allah sungguh-sungguh mengasihi kita. Dan bukti apa yang lebih kuat tentang hal ini selain bahwa Anak Allah telah menjadi teman seperjalanan dengan kita dalam kodrat manusia.” --- St. Agustinus (De Trinitate xiii)
 
Antifon Pembuka (Yes 9:2.6; Luk 1:33)
   
Hari ini cahaya bersinar atas kita, sebab Tuhan telah lahir bagi kita. Ia akan disebut Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal dan kerajaan-Nya takkan berakhir.

  
Doa Pagi 
   
Allah Bapa maha pengasih, Engkau telah menciptakan manusia secara mengagumkan, namun secara lebih mengagumkan lagi Kaubaharui dia. Kami mohon, Kauperkenankan ikut ambil bagian dalam keallahan Dia, yang telah berkenan mengenakan kemanusiaan kami. Dialah yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dan Roh Kudus Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (62:11-12)

    
"Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang."

    Inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Penyelamatmu datang! Mereka yang dikumpulkan dengan jerih payah-Nya ada bersama-sama dengan Dia, dan mereka yang dihimpun-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebut mereka: "Bangsa-Kudus", Orang-orang Tebusan-Tuhan"; dan engkau akan disebut: "Yang-Dicari", "Kota-Yang-Tidak-Ditinggalkan".
Demikianlah Sabda Tuhan  
U. Syukur kepada Allah
   

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806  
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.  
Ayat. (Mzm 97:1.6.11-12)  
  1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.  
  2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:4-7)
   
"Oleh kasih karunia-Nya, kita berhak menerima hidup yang kekal"
    Saudaraku terkasih, ketika kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 2:14; 2/4)
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:15-20)
    
"Segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."
    Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke surga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yosef dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
  Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Antifon Komuni (Za 9:9)

Bersorak-sorailah, hai Puteri Sion, bergembiralah, hai puteri Yerusalem. Lihatlah, Raja-mu, Penyelamat dunia, datang, kudus dan jaya.

Renungan 1:
Selamat merayakan Natal, sebuah perayaan iman akan datangnya Sang Mesias dalam hidup kita. Semoga Natal kali ini membawa damai sejahtera dalam hidup pribadi, keluarga, Gereja dan masyarakat kita. Kabar gembira yang diwartakan oleh para malaikat adalah kabar tentang sukacita dan damai sejahtera bagi seluruh bangsa. Kabar sukacita itu tidak datang di sebuah rumah sakit yang mewah atau di sebuah kota yang besar dalam gemerlap lampu yang terang, melainkan bergema dari sebuah kandang ternak yang gelap di sebuah desa terpencil. Kabar sukacita itu bukan pertama-tama datang kepada pejabat-pejabat atau orang-orang cendekiawan dan pemuka agama, melainkan datang kepada gembala-gembala ternak yang tidak terdidik dan miskin. Kita dipanggil untuk mewartakan kabar sukacita itu. 
  Natal adalah momen paling indah untuk mewujudkan semangat "gerakan turun" atau solidaritas dari Allah. Bukan zamannya lagi anak-anak kecil diajar untuk menunggu kado dari Om Sinterklas. Tetapi, ajarilah anak-anak kita untuk membungkus kado dan pergi ke pojok-pojok jalan dan berbagi dengan teman-temannya yang sedang susah untuk mendapat makanan. Selain bergembira dalam keluarga dan komunitas, kita semua dipanggil bukan sekadar untuk penerima kabar sukacita, namun justru menjadi pewarta kabar sukacita. 

Renungan 2:
Tema:HARI RAYA NATAL
Audio bisa didownload di SINI



Ya Tuhan, dalam semangat Natal ini, semoga aku pun dengan hati gembira menjadi pewarta kabar gembira bagi sesamaku yang membutuhkan. Amin.

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibr 11-2). Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia, adalah Sabda Bapa yang tunggal, yang sempurna, yang tidak ada taranya. Dalam Dia Allah mengatakan segala-galanya, dan tidak akan ada perkataan lain lagi. Hal ini ditegaskan dengan jelas oleh santo Yohanes dari Salib dalam uraiannya mengenai Ibrani 1:1-2:
“Sejak Ia menganugerahkan kepada kita Anak-Nya, yang adalah Sabda-Nya, Allah tidak memberikan kepada kita sabda yang lain lagi. Ia sudah mengatakan segala sesuatu dalam Sabda yang satu itu…. Karena yang Ia sampaikan dahulu kepada para nabi secara sepotong-sepotong, sekarang ini Ia sampaikan dengan utuh, waktu Ia memberikan kita seluruhnya yaitu Anak-Nya. Maka barang siapa sekarang ini masih ingin menanyakan kepada-Nya atau menghendaki dari-Nya penglihatan atau wahyu, ia tidak hanya bertindak tidak bijaksana, tetapi ia malahan mempermalukan Allah; karena ia tidak mengarahkan matanya hanya kepada Kristus sendiri, tetapi merindukan hal-hal lain atau hal-hal baru” (Carm. 2,22). --- Katekismus Gereja Katolik, 65



Sumber:
READ MORE »»  

Senin 24 Desember 2012 (Malam Kudus)


Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. --- Kis 13:22-23

Antifon Pembuka (Bdk. Kel 16:6-7)

Hari ini kamu akan tahu bahwa Tuhan akan datang menyelamatkan kita, dan besok pagi akan kamu saksikan kemuliaan-Nya.

Doa Pagi
      
Ya Allah, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan menantikan penebusan. Semoga kami, yang dengan gembira menerima Putra Tunggal-Mu sebagai Penebus, layak menghadap Dia dengan hati tenang, manakala Ia datang sebagai hakim. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 


Bacaan dari Kitab Yesaya (62:1-5)
    

"Seorang mempelai girang hati melihat pengantin perempuan." 
     
Oleh karena Sion aku tidak akan berdiam diri dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebaenaranmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami, sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 868
Ref.
Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.16-17.27.29; Ul: 2) 
  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-menurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-menurun."
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapa-kulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

B
acaan dari Kisah Para Rasul (13:16-17.22-25)
    
"Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak."
  
  Pada suatu hari Sabat, di rumah ibadat di Perga, setelah pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, Paulus bangkit dan memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata, "Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel telah memilih nenek moyang kita, dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang perkasa Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu. Lalu Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud ini Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan Yesus itu, Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 1:38; 2/4)
Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:1-25 (Singkat: Mat 1:18-25)
      
"Silsilah Yesus, anak Daud."
        
Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: 'Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel' yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki, dan Yusuf menamai anak itu Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan 1:
 
Ketika kita mengenal orang terkenal atau orang penting, kita akan bertanya siapaorang itu, dari mana asalnya dan siapa orangtua atau leluhurnya. Latar belakang seseorang sering kita cari supaya kita lebih mengenal orang yang bersangkutan. Sejarah dan latar belakang seseorang akan menentukan sikap dan penerimaan kita terhadap pribadi yang bersangkutan.

Injil hari ini mengisahkan silsilah Yesus sebagai keturunan Abraham bapa kaum beriman. Yesus juga keturunan Daud, raja dan pahlawan besar bagi orang Israel.Kisah ini mau menunjukkan bahwa dalam diri Yesus terkandung darah keturunan orang beriman dan raja. Yesus bukan orang yang sembarangan yang tidak jelas asal muasalnya. Lebih dari itu, Matius dalam Injil hari ini mau menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sesungguhnya yang lahir dari perjalanan sejarah manusia.

Meski Putra Allah, Yesus lahir dalam sejarah kehidupan manusia. Injil hari ini mengingatkan kita sebuah inti ajaran bahwa Yesus sekalipun Tuhan, Yesus adalah juga manusia. Sama seperti kita semua, Yesus hidup dalam pahit getir sejarah kehidupan manusia. Kenyataan ini memberi penghiburan kepada kita bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang menjadi manusia dan memahami serta mengalami kehidupan manusia.

Dalam diri Yesus Allah tinggal di tengah-tengah manusia. Allah mengalami kemanusiaan kita karena Dia lahir sebagai manusia seperti kita. 
Renungan 2:
Tema: ALLAH MELAWAT UMATNYA
Audio bisa didownload di SINI




Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Senin 24 Desember 2012, Hari Biasa Pekan Adven


Dari mana datangnya damai di bumi, selain dari kenyataan, yang tumbuh dari bumi, yaitu Kristus yang lahir sebagai Manusia? --- St Agustinus

Antifon Pembuka (Gal 4:4)

Lihatlah, sudah genaplah saatnya Allah mengutus Putra-Nya ke dunia.

Doa Pagi

Allah Bapa kami, berkat-Mu senantiasa menyertai orang-orang yang telah Kaupilih. Berkatilah juga kami hari ini dalam mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Samuel meminta Daud melakukan segala yang dikandung hatinya, sebab Tuhan menyertainya (Imanuel). Maka, Tuhan berjanji untuk mengokohkan kerajaan-Nya. Bukan kerajaan duniawi, melainkan Kerajaan Ilahi, sebab raja yang sesungguhnya adalah Allah sendiri. Samuel ingin menyatakan bahwa efek dari perbuatan bagi Tuhan yang keluar dari kandungan hati sungguh luar biasa. Adakah sesuatu yang bermutu, jika dilakukan tanpa hati?


Bacaan dari Kitab kedua Samuel (7:1-5.8b-12.16) 
     
 "Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya dihadapan Tuhan."
   Pada masa itu Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekeliling. Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja, "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglag firman Tuhan kepada Natan, "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Demikianlah sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 868  
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.  
Ayat. (Mzm 89:2-3.4-5.27-29; R: 2a)  
  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. 
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun." 
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

Bait Pengantar Injil  
Ref. Alleluya  
Ayat. O Tuhan, Cahaya abadi dan Surya keadilan, datanglah, dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayangan maut.

Kidung Zakharia adalah pujian setiap ayah atas karya Allah yang mengagumkan. Setelah menjadi bisu, Zakharia menyadari karya Allah yang memberikan kelepasan ikatan lidahnya (menyembuhkannya dari penyakit bisu), memberi "tanduk" keselamatan (mungkin yang dimaksudkan adalah Yohanes Pembaptis, putranya, sebagai perintis jalan Tuhan Yesus). Singkatnya, Allah tak pernah ingkar janji. Kualitas pribadi seorang ayah diuji, saat harus berpegang teguh pada janji.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:67-79)

"Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang."

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya; Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." Inilah Injil Tuhan kita! U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan

  
Renungan 1:
 
  
Doa Bapa Kami mengajarkan kita untuk memuliakan Tuhan. Doa memang pertama-tama suatu pujian syukur kepada Tuhan. Kita memuliakan Tuhan, Pencipta alam semesta. Sebagai mana Bunda Maria, Zakharia juga mengungkapkan rasa sukacitanya dalam syair madah pujian. Madah atau Kidung Zakharia ini kita lambungkan di pagi hari untuk membuka hari baru. Bersama Zakharia, kita memuliakan kebaikan Tuhan yang selalu mengunjungi kita, umat-Nya. 

Renungan 2:
Tema:ALLAH MELAWAT UMATNYA
Audio bisa diodownload di SINI




Doa Malam
 
   
Allah Bapa surgawi, malam ini dunia bersukacita. Umat-Mu bersorak-sorai menyambut kelahiran Kanak-kanak Yesus, Sang Juruselamat, Dia yang datang untuk mengarahkan kaki kami kepada jalan damai sejahtera. Semoga dengan menyambut-Nya hidup kami tidak diliputi oleh kegelapan. Hidup kami pun dipenuhi oleh damai sejahtera dan kami dimampukan juga untuk membawa damai sejahtera itu bagi sesama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin. 
Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Minggu 23 Desember 2012, Hari Minggu Adven 4


Ada satu Tuhan, dan kita hanya dapat mengenal-Nya lewat Kitab Suci ---- St. Hipolitus

Antifon Pembuka (Yes 45:8)

Hai langit, turunkanlah Embun, hai awan, curahkanlah yang adil, hai bumi bukalah dirimu dan tumbuhkanlah Sang Penyelamat.


Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahaagung, kami bersyukur kepada-Mu bahwasanya Engkau tidak menganggap hina menggunakan yang kurang berarti guna menyatakan kasih setia-Mu kepada kami. Kami mohon Kauperkenankan selalu mengarahkan harapan kami pada Yesus, Putra Bunda Maria, serta tetap mengikuti jejak-Nya memasuki kehidupan sejati. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Nubuat Mikha (5:2-5a) 
  
"Dari Bethlehem akan tampil seorang penguasa Israel."
 
Beginilah firman Tuhan Allah, “Hai Betlehem di wialayah Efrata, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudaj sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, yaitu dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya. Mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS No. 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Ayat. (Mzm: 80: 2ac,3b,15-16,18-19; Ul: lh.6)

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
  2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
  3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.


Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (10:5-10)
  
"Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."
  
Saudara-saudara, ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata, Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku, sebagaimana tertulis dalam gulungan kitab tentang Aku.” Jadui mula-mula Yesus berkata Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan – meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat; - dan kemudaian Ia berkata Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu. Jadi yang pertama Ia hapuskan untuk mengekkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:38)
Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu. 



Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-45)
  
"Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku mengunjungi aku?"
  
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan, menuju sebuah koa di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah ia yang telah percayam sebab firman Tuhan yang diktakan kepadanya akan terlaksana.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni (Yes 7:14)

Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan. Anaknya akan diberi nama: Emanuel, artinya: Allah – Beserta – Kita.


Renungan 1: 

Hari terakhir masa Adven kita jalani bersama  Bunda Maria, ibu muda yang mulai hamil dan Ibu Elisabeth yang sudah hampir melahirkan. Kedua perempuan kudus itu saling meneguhkan harapan mereka dalam menjalani panggilan mereka yang luar biasa. Seruan Elisabeth, reaksi Yohanes dalam kandungan, meneguhkan Maria yang muda dan gamang akan penugasannya sebagai ibu Tuhan. Kehadiran Maria meneguhkan Elisabeth pada masa-masa sulit ketika akan melahirkanpada usia lanjut. Kesimpulan Elisabeth: Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana, menjadi pesan persiapan untuk menyambut natal, pesta kelahiran Tuhan Yesus dalamhidup kita.
Kita sering sibuk mempersiapkan Natal pada berbagai sisi pesta dan bersenang-senang. Baju bagus, makanan enak, liburan akhir tahun dan hal-hal semacam itu. Apakah hati kita siap untuk menerima Tuhan yang mau lahir di hati kita? Kesibukan kita mempersiapkan Natal merupakan kegiatan ekstra yang menambah beban hidup kita; pengeluaran ekstra, kegiatan yang melelahkan menjelang akhir tahun. Padahal Tuhan mau datang untuk meneguhkan harapan kita.
Hidup ini tidak kita jalani sendirian; Tuhan adalah Emanuel, Tuhan beserta kita. Masih ada satu hari yang dapat kita usahakan untuk membantu sesama di sekitar kita untuk mengalami bahwa melalui kehadiran, perkataan dan perbuatan kita, hidup ini masih penuh harapan, masih ada kesempatan. Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

Renungan 2:
Tema:  BUNDA MARIA DAN ELISABET
Audio bisa didownload di SINI






Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Jumat 21 Desember 2012, Hari Biasa Khusus Adven


“Dengan busana keselamatan yang melindungi aku, aku menjadi lebih percaya” (St. Petrus Kanisius)

Antifon Pembuka (bdk. Yes 7:14; 8:10)

Tuhan, Raja Agung akan tiba dengan segera. Ia akan dinamai Emanuel: Allah-Beserta-Kita.


Doa Bagi Para Imam

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Ya Bapa, menjelang saat terakhir hidup-Nya,
Putra-Mu berdoa bagi para murid-Nya supaya mereka tidak terjebak dan terseret dalam arus dunia ini....

Ya Tuhan Yesus Kristus,
kuduskanlah para imam, biarawan-biarawati serta anggota hidup bakti lainnya.
Mereka telah Kau panggil dan Kau pilih untuk mengabdi-Mu dengan melayani sesama dimana pun mereka berada.
Berilah mereka kekuatan-Mu sehingga di mana pun mereka berada senantiasa menghadirkan cinta-Mu.
Sehingga setiap orang yang berjumpa dengan mereka dapat merasakan perjumpaan dengan-Mu sendiri.
Semoga melalui kehadiran mereka di tengah dunia ini, mereka membawa kegembiraan, pelepasan dari segala tekanan hidup dan membawa janji keselamatan yang Engkau tawarkan.

Ya Roh Kudus,
terangilah budi dan hati mereka serta bawalah mereka masuk ke dalam keheningan batin dan kehidupan doa.
Semoga mereka senantiasa mengerti dan dimampukan untuk menjalankan kehendak-Mu di tengah dunia ini.
Sehingga berkat karunia Roh-Mu mereka senantiasa memberi kesaksian misteri AllahTritunggal Misteri Cinta Kasih.

Bunda Maria,
dampingilah mereka sebagaimana engkau juga mendampingi Puteramu Yesus sampai di kayu salib.

Yesus yang Baik, Sang Guru dan Imam Agung kami,
doakanlah mereka sebagaimana Engkau berdoa dan berkumpul bersama para rasul menjelang Pentakosta.

Ya Hati Kudus Imam Agung Yesus Kristus,
kasihanilah mereka.
Ya Hati Tersuci Maria Ratu Para Imam,
doakanlah mereka.
Ya Santo Yohanes Maria Vianney,
doakanlah mereka.
Amin

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.


Doa Pagi

Tuhan, kasih-Mu tak terselami oleh pikiran manusia. Celikkanlah mata hatiku agar setiap saat selalu menyadari akan belas kasih-Mu. Jauhkanlah dari padaku rasa cemas dan takut serta tambahkanlah imanku akan Dikau, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.


Bacaan dari Kidung Agung (2:8-14)


Dengarlah! Itulah kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung, meloncat-loncat di atas perbukitan. Kekasihku itu laksana kijang atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap, dan melihat dari kisi-kisi. Kekasihku angkat bicara, katanya kepadaku, “Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah berlalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah sudah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pokok anggur semerbak baunya. Bangunlah, Manisku! Jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, dalam persembunyian di lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab suaramu sungguh merdu, dan jelita nian parasmu!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Atau

Bacaan dari Nubuat Zefanya (3:14-18a)


"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu."
    
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lunglai. Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan  
Ref. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru! Ayat. (Mzm 33:2-3.11-12.20-21; R:1a,3a)
  1. 1ersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai.
  2. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun temurun. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Imanuel, Engkau raja dan pemberi hukum. Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami. Alleluya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-45)

  
"Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku mengunjungi aku?"
        
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus. 

Renungan 1:

Beberapa waktu sesudah menerima kabar dari malaikat, Maria berangkat ke daerah pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda, bertandang ke rumah Zakharia.
Ia mengunjungi Elisabeth yang sedang mengandung. Begitu sampai di depan pintu, Maria memberi salam, dan ketika Elisabeth mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus, dan mulai mengucapkan kata-kata nubuat.
Kunjungan Maria mengakibatkan terjadinya dua peristiwa yang mengagumkan,yakni sukacita yang membuat anak dalam rahim Elisabeth itu melonjak kegirangan;dan Roh Kudus yang memenuhi Elisabeth dan membuat dia melantunkan kata-kata nubuat. Semua itu terjadi berkat kuasa Tuhan yang mulai menjelma dalam rahim Maria. Jadi, Maria datang membawa Tuhan yang menjadi sumber sukacita dan menghadirkan Roh Kudus. Peristiwa ini mestinya mendorong kita untuk sering menjumpai Maria agar dia mengunjungi kita bersama Sang Putra dan Roh Kudus.

Renungan 2:

Tema:MARIA BUNDA TUHAN
Audio bisa didownload di SINI



Doa Penutup 

Ya Bapa, ajarilah aku untuk mencintai Putra-Mu dari dasar hatiku yang terdalam, bukan sekadar dengan akal budi dan dogma-dogma. Biarlah aku merasakan kelembutan cinta-Mu melalui perantaraan Ibu Maria. Amin.



Sumber:
READ MORE »»