Sabda Tuhan Jumat, 05 Oktober 2012, Hari Biasa Pekan XXVI



Keluarga Kristen mempunyai suatu tugas mewartakan dan menyebarluaskan Injil --- Katekismus Gereja Katolik, 2205 

Antifon Pembuka (Mzm 139:13)

Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.

Doa Pagi

Allah yang mahakuasa, Engkaulah yang mengatur jagad raya dan segala isinya. Siapakah aku ini hingga Kauperhatikan dan Kauberi aku kesempatan untuk hidup. Ya Allah, dipuji dan dimuliakanlah Engkau yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Ayub (38:1.12-21; 39:36-38)
Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai, "Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh dini hari datang atau pernahkah fajar kautunjukkan tempatnya untuk memegang bumi pada ujung-ujungnya, sehingga orang-orang fasik dikebaskan daripadanya, yakni tatkala fajar mengubah bumi menjadi seperti seperti tanah liat yang dimeteraikan, dan mewarnainya seperti orang mewarnai kain? Tatkala orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengannya yang teracung? Pernahkah engkau turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan menyusuri dasar samudera raya? Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? Tahukah engkau luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, sehingga engkau dapat mengantarnya pulang, dan mengetahui jalan ke rumahnya? Tentulah engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau sudah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" Lalu Ayub menjawab kepada Tuhan, "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tidak akan kuulangi; dua kali aku berkata, tidak akan kulanjutkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref.
Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.
Ayat. (Mzm 139:1-3.7-10.13-14ab) 
1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
3. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
4. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.

Bait Pengantar Injil
Ref.
Alleluya
Ayat. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:13-16)

"Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku!"

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan 1:

Ajakan Tuhan untuk bertobat dilakukan dengan berbagai cara. Kepada Ayub, Tuhan menyadarkannya lewat pergulatan batin mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam hidupnya. Lewat pertanyaan-pertanyaan itu, Tuhan mau menunjukkan bahwa apa yang diketahui Ayub tidaklah banyak. Pengetahuan Ayub tidaklah sebanding dengan kebesaran Tuhan. Maka sebenarnya tidaklah pantas kalau Ayub protes terhadap apa yang dialaminya. Dengan cara yang berbeda Yesus berusaha mentobatkan para pendengar-Nya. Lewat sabda celaka itu Yesus mengajak pendengar-Nya untuk bertobat, untuk tidak tinggal tetap dalam dosa, karena hal itu tidak akan menyelamatkan.

Aneka cara yang dipakai Tuhan untuk mengajak manusia bertobat memperlihatkan betapa Tuhan sangat mencintai manusia. Karena cinta-Nya begitu besar, Tuhan tidak pernah bosan mengajak manusia untuk bertobat. Tuhan tidak pernah kekurangan akal dalam usaha mentobatkan manusia. Meskipun kadang cara yang dipakai kelihatannya keras, tetapi maksud-Nya jelas, yakni agar manusia mau bertobat. Bertobat berarti menyadari segala kelemahan, kedosaan, dan memperbaiki semua itu, lalu mengarahkan diri hanya kepada Tuhan. Kalau demikian, pada akhirnya manusia akan mendapatkan keselamatannya. Dan pada hari ini, melalui ucapan-ucapan keras-Nya, Tuhan juga sedang mengajak kita untuk bertobat kalau ingin selamat. Tuhan meminta jawaban kita segera. Sebab, waktunya sudah dekat. Jika tidak, bersiaplah mendapat celaka!

Renungan 2:

Sungguh mengherankan membaca Injil hari ini. Yesus mengecam! Kata mengecam sudah mendatangkan penafsiran yang negatif bagi yang dikecam. Mengapa Yesus yang biasanya berbicara tentang kasih tetapi kali mengeluarkan kata-kata kecaman? Yesus memang hanya menyebutkan nama kota sebagai simbolis. Yang hendak disasar Yesus adalah orang-orang yang tinggal di kota tersebut, Khorazim dan Betsaida. Yesus mulai muak dengan tingkah laku umat di kota ini. Umat yang dimaksud saat itu adalah sama dengan diri kita sendiri saat ini, sekarang ini. Singkatnya, Yesus muak dengan sikap kita yang telah diberkatiNya dengan hidup mapan dan nyaman.
Kemapanan, rasa nyaman, hidup berkecukupan rupanya mampu membuat kita lupa diri dan mulai meninggalkan Yesus dan semua yang diajarkanNya. Apabillah kesulitan datang barulah kita mencari Dia dan menangis-nangis mohon pertolonganNya. Itulah yang sering terjadi dalam realita kehidupan kita. Tidak salah apabila Yesus mengecam sikap hidup kita ini guna menyadarkan dan mempertobatkan kita.

Doa Renungan:

 

Sumber:

No comments:

Post a Comment