Sabda Tuhan Senin, 03 September 2012 Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus, Pujangga Gereja


Demi cinta akan Tuhan, tak henti-hentinya aku mengajarkan tentang Dia --- St. Gregorius Agung
 
Antifon Pembuka
Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi imam agung. Harta Allah terbuka baginya, kurnia ilahi melimpahi hatinya.

Doa Pagi

 
Bapa yang mahabaik, bimbinglah langkah hidup kami agar dengan kekuatan dan penerangan Roh Kudus-Mu kami semakin mengenal Yesus Putra-Mu, Sang Juruselamat kami. Dengan penuh semangat kami hendak mewartakan kasih-Mu kepada sesama. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

B
acaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 2:1-5)
"Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib."

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa besar cintaku kepada hukum-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:97.98.99.100.101.102; Ul: 97a)
1. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.
2. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
3. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.
4. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
5. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. Roh Tuhan menyertai Aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:16-30)

"Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya."

Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan 1:

 
Yesus menggunakan kutipan dari Nabi Yesaya untuk menyatakan tujuan Dia diutus dan kepada siapa Dia diutus. Yesus tidak datang ke dunia untuk mendirikan agama baru. Dia pun tidak datang ke dunia untuk membangun Gereja. Dalam terang Roh Kudus, Dia mengutarakan misi-Nya. Bahwa Dia diutus untuk mewartakan kabar sukacita pembebasan kepada mereka yang tertindas, mereka yang terbuang dan terbelenggu; Dia diutus untuk menyembuhkan mereka yang sakit, menderita dan buta.


Sebagai murid Kristus, kita selayaknya bermenung dan bertanya diri, untuk apa kita diutus Tuhan. Bukankah untuk mengambil bagian dalam misi Kristus? Di tengah kemapanan hidup keagamaan kita, sejauh manakah kita sungguh mengambil bagian dalam misi Kristus dengan mengambil langkah konkret mendekatkan diri kepada mereka yang tertindas, yang terbuang, sakit dan menderita? Terkadang kita malah lebih mementingkan mengikuti pertemuan di gereja sambil menutup mata akan mereka yang menderita di sekitar kita. Begitu banyak kesempatan terlewatkan dimana kita bisa hadir di tengah saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. 


Renungan 2:
Mengurapi adalah upacara penobatan raja baru. Secara fisik: urapan memberi kesegaran, keharuman, cahaya berkilau, termasuk menyembuhkan, menyehatkan.
Pengurapan juga bermakna pemahkotaan,pengresmian, intronisasi sebagai raja pilihan, pelimpahan kuasa dan wewenang, awal sebuah kekuasaan dan tanggung jawab. Pengurapan ini memang secara istimewa diberikan Allah kepada Yesus, sebagai Putera terkasihNya. Namun, setiap kita pun telah diurapi; di saat kita dibaptis, imam mengurapi kita dengan minyak, lambang pengangkatan kita menjadi anak Allah. Sebagai anak Allah kita dipersatukan dengan Kristus dan gereja; kita diurapi untuk  mewartakan kabar baik, lewat tugas ‘mengajar', lewat tugas ‘menguduskan' dan ‘menggembalakan'.
Menjadi guru kehidupan lewat ajaran, pewartaan, kesaksian kristiani kita; kita menguduskan lewat doa kita, lewat perbuatan baik kita, amal, kasih, tapa dan kurban; kita menggembalakan yang lain lewat  tuntunan, teladan, contoh, kebaikan kita sebagai garam dan terang. Lebih mudah menjadi anggota gereja yang pasif, menanti, meminta bahkan menuntut; lebih mudah menggerutu dan sakramen pembaptisan, kita telah diurapi Roh Allah. Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu!

Renungan 3:


Dapat didownload di SINI
Doa Renungan:
 
Ya Allah, tuntunlah aku supaya aku sungguh mengambil bagian dalam misi Kristus Putra-Mu, dengan membantu mereka yang tertindas dan menderita di sekitarku. Amin.


Sumber:

No comments:

Post a Comment