Sabda Tuhan Senin, 01 Oktober 2012 Pesta St. Teresia, dari kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

 Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik! Firman Tuhan --- Yesaya 48:22

Antifon Pembuka (bdk. Ul 33:10-12)

Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata. Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa. Hanya Tuhanlah Pemimpinnya.

Doa Pagi


Bapa yang mahakasih, terima kasih atas orang kudus-Mu yang hari ini kami rayakan , St Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Tanamkanlah ke dalam hati kami kegembiraan yang sejati, yang berasal dari-Mu, terlebih atas anugerah cinta-Mu. Berkati juga umat-Mu dalam memulai Bulan Rosario ini. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (66:10-14c)

"Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur, kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 131:1.2.3)
1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai
selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5)

"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan 1

Semua orang ingin masuk surga. Namun, hal itu tidak mudah. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, yakni orang harus bersih seluruhnya, harus menjadi suci kembali. Orang bisa menjadi suci kalau ia mau bertobat. Yesus menegaskan hal itu ketika para murid menanyakan siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Mendapat pertanyaan seperti itu Yesus kemudian mengundang seorang anak kecil hadir di tengah-tengah mereka. Bagi Yesus, bertobat itu seperti menjadi seorang anak kecil lagi. Tentu yang dimaksudkan Yesus bukan secara fisik, tetapi secara batin.

Anak kecil tidak bisa hidup tanpa orangtuanya. Ia tergantung sepenuhnya pada belas kasih orangtuanya. Demikian juga manusia yang memiliki sikap tobat. Dia akan menggantungkan seluruh hidupnya pada belas kasih Allah. Ia tergantung sepenuhnya pada Allah. Dengan rendah hati ia mengakui segala kelemahan dan dosanya dan senantiasa mengharapkan belas kasih dan kerahiman Allah. Ia pasrah kepada Allah.

Kepasrahan kepada Allah itu tampak nyata dalam diri Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus yang dirayakan pestanya hari ini. Dalam salah satu doanya ketika masih berusia 7 tahun, ia berseru: ”Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainan-Mu! Anggap saja saya ini mainan-Mu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silakan! Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi, kalau hendak Kautusuk bola-Mu...O, Yesus, entu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendak-Mu”.

Renungan 2:

Nabi Yesaya mengajak umat Israel bergembira,bersorak-sorai, bersukacita. Mengapa? Tak terbayangkan setelah hidup begitu lama merana, terasing, terlantar, di daerah pembuangan, Babilon, mereka bisa kembali ke tanah leluhur mereka, Palestina. Memang benar, janji Tuhan memberi kenyamanan hidup ketika berada kembali di Palestina belum sepenuhnya tergenapi. Tetapi daripada menanti dengan hati galau, gelisah, mengeluh dan menuntut Tuhan segera memberi kenyamanan hidup, lebih baik melihat karya besar nyata Allah yang baru saja mereka alami lalu mensyukurinya, karena pelan tapi pasti Allah akan menggenapi janjiNya. Begitu Yesaya hadir membawa kelegaaan dan kesejukkan di tengah kegalauan hati umat Israel.
Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus bagaikan Nabi Yesaya. Ia membawa kelegaan bagi orang berdosa dengan berdoa dan bermatiraga bagi pertobatan mereka. Bahkan lebih dari itu, ia memberi kelegaan kepada Yesus dengan menyediakan diri seutuhnya untuk berbagi sukaduka hidup dengan Yesus. Kita ini bagaimana: membawa kelegaan di tengah kesesakan atau membawa kesesakan di tengah kelegaan?

Doa: 
Ya Tuhan, berkat doa Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, semoga aku memiliki sikap tobat yang sejati dengan menyerahkan diriku sepenuhnya dalam belas kasih dan kerahiman-Mu. Amin.
Sumber:

No comments:

Post a Comment