Sabda Tuhan Rabu, 5 September 2012 Hari Biasa Pekan XXII


Tanpa Allah kita tidak dapat berbuat apa-apa. --- St Agustinus. 
 
Antifon Pembuka (Mzm 33:20-21)Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Karena Dia hati kita bersukacita, kepada nama-Nya kita percaya.


Doa Pagi


Tuhan Yesus, dengan pembaptisan kami telah Engkau panggil menjadi pengikut-Mu. Bimbinglah langkah kami selanjutnya agar mampu mengemban tugas perutusan sesuai dengan kehendak Bapa. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 3:1-9)

Saudara-saudara, dahulu aku tidak dapat berbicara dengan kalian sebagai manusia rohani, tetapi hanya kepada manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus. Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kalian belum dapat menerimanya. Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya, karena kalian masih manusia duniawi. Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi? Karena jika seorang berkata, "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata, "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani? Sebenarnya, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref.
Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.
Ayat. (Mzm 33:12-15.20-21)
  1. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
  2. Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dialah yang membentuk hati mereka, dan memperhatikan segala pekerjaan mereka.
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956 (MT 401)
Ref.
Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 4:18-19)Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.


Bacaan Injil Yesus Kristus menurut Santom Lukas (4:38-44)


Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon sakit demam keras, dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu, lalu menghardik demamnya. Segera penyakit itu meninggalkan dia. Wanita itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus. Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia Mesias. Ketika hari siang Yesus berangkat ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia, supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Dan Ia mewartakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

Renungan 1:

Yesus meneruskan misi-Nya mewartakan kabar baik Allah dan menyembuhkan banyak orang sakit. Dalam Injil ini Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon. Kita tidak tahu persis apa*kah Yesus pergi ke situ karena telah mendengar berita tentang mertua Simon yang sakit demam.

Dikatakan bahwa karena demam maka ibu mertua Simon tidak bisa melayani mereka. Banyak hal yang membuat kita terlumpuhkan untuk melayani orang lain apalagi orang yang kita kagumi. Namun, saat-saat seperti itu juga adalah momen dimana Tuhan menyatakan kuasa-Nya. ”Yesus berdiri di sisi wanita itu dan menghardik demamnya.” Wanita itu pun sembuh dan segera melayani mereka.

Cukup banyak dari kita yang membaktikan hidup mereka dalam pelayanan karena telah mendapat penyembuhan dari Tuhan. Sungguh patut kita kagumi dan banggakan kesaksian hidup mereka yang melayani Tuhan dan sesama tanpa pamrih, yang mewartakan keagungan Allah dalam hidup kita. Bukankah indah melayani Tuhan karena kesembuhan dan kesehatan yang baik yang Tuhan anugerahkan?

Renungan 2:
Tema: YESUS, SANG PENYEMBUH


 Audio ini bisa didownload di SINI



Sumber:

No comments:

Post a Comment