Sabda Tuhan Jumat, 14 September 2012 Pesta Salib Suci


“Kita merayakan Pesta Salib Suci, dan dengan Sang Tersalib kita dibangkitkan, meninggalkan bumi dan dosa hingga kita memiliki yang ada di atas”-----St. Andreas dari Kreta

Antifon Pembuka (Gal 6:14)
Kita harus bangga akan salib Tuhan kita Yesus Kristus pohon keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita, sumber penebusan dan pembebasan kita.

Pengantar

Pada abad ke V, sehari setelah penahbisan Gereja Makam Kudus (13 September), kayu Salb Suci diperlihatkan kepada umat di Yerusalem. Perayaan ini melahirkan Pesta Penemuan Salib Suci. Menurut Santo Ambrosius, Uskup Milan (+397), kayu salib Yesus ditemukan kembali oleh Ratu Helena, ibu Kaisar Konstantinus. Kemudian salib itu dibagi-bagi menjadi potongan-potongan kecil untuk disimpan dalam batu altar gedung-gedung gereja di seluruh dunia sebagai relikui. Mulanya perayaan ini diperingati sebagai hari raya hanya dalam Ritus Timur. Pada abad VII perayaan ini diterima dalam Ritus Latin dan sekarang disebut Pesta Pemuliaan Salib Suci.


Doa Pagi


Ya Allah, Engkau menghendaki Putra Tunggal-Mu menanggung salib demi keselamatan umat manusia. Perkenankanlah kami, yang menghormati misteri salib Putra-Mu di dunia, kelak menerima anugerah penebusan di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Kitab Bilangan mencatat pengalaman bangsa Israel di padang gurun. Sungut-sungut bangsa itu dihukum Allah dengan mendatangkan ular tedung yang pagutannya sungguh mematikan. Lewat Musa, Allah menyelamatkan mereka dari kematian, jika memandang ular tembaga yang ditaruh di sebuah tiang. Peristiwa ini dipahami sebagai simbol awali dari salib Kristus yang menyelamatkan dunia.


Bacaan dari Kitab Bilangan (21:4-9)
"Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu."

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandangnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan
Ayat. (Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38)
  1. Dengarkanlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut untuk mengatakan Amsal, aku mau menuturkan hikmat dari zaman purbakala.
  2. Ketika Allah membunuh mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mendambakan Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah Gunung Batu , bahwa Allah yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
  3. Tetapi mulut mereka tidak dapat dipercaya, dan dengan lidah mereka membohongi Allah. Hati mereka tidak berpaut pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
  4. Akan tetapi Allah itu penyayang! Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan amarah-Nya, dan tidak melampiaskan keberangan-Nya.

atau

Kepada jemaat di Filipi, Paulus menunjukkan misteri besar salib Kristus. Salib Kristus adalah bukti ketaatan yang mutlak. Ketaatan Kristiani merupakan jalan pengosongan diri. Tanpa pengosongan diri, seseorang tidak pernah ditinggikan oleh Allah. Ia tidak akan pernah mampu memanggul salib kehidupannya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:6-11)

"Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahkan-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuklututlah segala yang ada di langit, dan yang ada di atas serta di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengakui, “Yesus Kristus adalah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Dalam percakapan dengan Nikodemus, Yesus menunjukkan keagungan makna salib. Salib adalah saat peninggian. Dengan salib, kodrat manusia yang rusak akibat dosa, dibangun kembali. Salib adalah silih penyucian, jalan keselamatan, jalan menuju kehidupan kekal. Hanya orang yang terpanggil menjadi murid Kristus yang tersalib, dapat memahami rahasia besar ini!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:13-17)


"Anak manusia harus ditinggikan."

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan 1:

Umat yang terpagut ular terselamatkan karena memandang ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa. Demikian pun kita akan diselamatkan karena memandang Dia yang ditinggikan di salib. Lewat salib-Nya, Yesus menyelamatkan dan menebus kita dari segala dosa. Pada pesta Salib Suci ini hendaknya kita syukuri anugerah Yesus yang tersalib bagi keselamatan kita.
Renungan 2:
Tema:Pesta Salib Suci
Renungan audio ini bisa didownload di SINI


Doa Malam

Tuhan Yesus, pada malam hari ini kami telah merenungkan kasih-Mu yang tiada tara bagi kami. Maka kami bersyukur kepada-Mu dan terimalah juga persembahan hidup kami hari ini dengan salib-salib kecil yang boleh kami pikul bersama-Mu. Amin.


Para kudus mencintai salib dan menemukan dalam salib, kekuatan dan penghiburan
(St Yohanes Maria Vianney)
 
 
Sumber:

No comments:

Post a Comment