Sabda Tuhan Selasa 21 Agustus 2012, Peringatan Wajib St. Pius X (Paus)


Quote:
“Mazmur mempunyai daya kekuatan mengobarkan jiwa kita untuk giat mengusahakan segala kebaikan” (St. Pius X)

Antifon Pembuka (Sir 45:30)
Tuhan mengikat perjanjian damai dengannya, mengangkat dia menjadi pemimpin umat dan memberinya martabat imam agung.

Doa Pagi


Tuhan Yesus, anugerahilah aku kekayaan cinta kasih, agar aku layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Buatlah hatiku terpikat akan kasih-Mu daripada harta benda, kedudukan dan prestasi. Santo Pius, doakanlah aku. Amin.

Raja adalah ‘wakil’ Allah. Raja yang melampaui peranannya, bahkan menyamakan dirinya dengan Allah, akan dibinasakan. Sikap raja yang demikian, dalam pewartaan Yehezkiel hari ini, bermuara dari hikmat dan kekayaan yang dia miliki. Nabi ingin menegaskan bahwa hikmat dan kekayaan hanyalah pinjaman dari Tuhan. Orang yang menerimanya tak perlu sombong.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (28:1-10)

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong.” Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah!’? Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannnya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref.
Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.
Ayat. (Ul 32:26-27ab. 27cd-28.30.35cd-36ab)
  1. Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.”
  2. Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu.” Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.
  3. Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.
  4. Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref.
Alleluya
Ayat.
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kamu menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Kekayaan bagi para murid merupakan suatu rahmat, bukan penghalang masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus menegaskan bahwa kekayaan sangat mudah menjadi penghalang serius! Sebab di mana hartamu, di situlah hatimu. Tak mungkin kita mengabdi dua tuan.

Bacaan  Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (19:23-30)


Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan 1:


Adalah sukar bagi orang yang mengandalkan apa yang bukan Allah untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Hanya mereka yang bersemangat miskin akan mendapatkan kembali semuanya secara berlipat ganda. Hanya orang-orang yang mengandalkan Allah semata akan diangkat dalam kemuliaan. Kita diingatkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki akan berakhir. Namun kalau kita memiliki iman akan Allah, kita akan membawanya hingga kekal.

Renungan 2:
Tuhan menegur orang yang sombong,yang menjadi tinggi hati karena keberhasilannya, yang bahkan menganggap dirinya setara Allah, "... engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah... Padahal engkau adalah manusia, bukan Allah ..." Tidak hanya dengan katakata Allah menegur orang yang congkak hati. Allah mengambil tindakan sangat konkret untuk merendahkan orang yang tinggi hati. "Aku akan membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu akan dinajiskan. Engkau akan diturunkannya ke liang kubur, engkau akan mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah  lautan... Engkau akan mati oleh tangan orang asing." Begitulah kerasnya Tuhan menghukum orang yang congkak.
Kesombongan merupakan cacat yang dengan ganas merongrong hati manusia. Banyak orang cenderung menonjolkan diri. Kalau ada keberhasilan, orang cenderung menonjolkan perannya.  Keberhasilan itu terjadi karena campur tanganku." Sebaliknya, kalau terjadi kegagalan, banyak orang cenderung melemparkan kesalahan kepada orang lain. Orang berlomba menonjolkan kehebatannya. Tetapi, semua itu sia-sia. Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang jitu: "orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."


Doa Malam


Betapa indahnya ya Yesus, janji yang Kauberikan kepada siapa saja yang dengan rela meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau. Semoga Engkau memberiku rahmat kesetiaan dalam mengikuti Engkau, kini dan sepanjang hidupku. Amin.


Sumber:

No comments:

Post a Comment