Sabda Tuhan Kamis 23 Agustus 2012, Hari Biasa Pekan XX

“Kaum muda yang terlatih baik dalam iman maupun doa, haruslah makin lama makin menjadi rasul-rasul bagi kaum muda” (Paus Paulus VI)
 

Antifon Pembuka (Yeh 36:26)
Kalian akan Kuberi hati baru dan roh baru dalam batinmu. Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu, dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu.
 

Doa Pagi

Allah Bapa surgawi, aku menyadari bahwa kadangkala hatiku keras membatu. Perbaruilah aku dengan kuasa Roh Kudus-Mu dan berikanlah hati yang baru, roh yang baru dalam batinku. Berilah juga aku hati yang lembut agar aku hidup menurut segala peraturan-Mu dan melakukannya dengan tekun dan setia. Amin.

Yehezkiel mewartakan rahmat pengudusan. Pentahiran, pembebasan dari segala kenajisan, roh dan hati yang baru, sikap berpegang teguh pada ketetapan Tuhan, semua itu adalah suatu rahmat. Isi pewartaan kenabian Yehezkiel membangkitkan pengharapan Israel. Tuhan berpihak lagi kepada Israel, demi menghidupkan kembali harapan dan iman mereka. Tuhan sungguh panjang akal dan kasih setia.
 

Bacaan dari Kitab Yehezkiel (36:23-28)

"Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."

Tuhan bersabda kepadaku, “Katakanlah kepada kaum Israel: Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar, yang telah dinajiskan di tengah para bangsa, dan yang telah kalian najiskan di tengah-tengah mereka. Dan para bangsa akan tahu bahwa Akulah Tuhan,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan para bangsa. Aku akan menjemput kalian dari antara para bangsa dan mengumpulkan kalian dari semua negeri dan akan membawa kalian kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih yang akan mentahirkan kalian. Dari segala kenajisan dan dari segala berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kalian. Kalian akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kalian hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kalian akan mendiami negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kalian akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 

Mazmur Tanggapan do = as, 4/4, PS 826
Ref. Curahkan rahmat dalam hatiku ciptakan hati dan semangat baru.
Ayat. (Mzm 51:12-15.18-19: R:12a)
  1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat: Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
 

“Omnia pratata!” yang berarti “semua telah siap!”. Itu dari pihak Allah. Bagai mengadakan perjamuan nikah, Allah telah siap sedia merayakan kehadiran kita dalam hidup-Nya. Namun kitalah yang kerapkali menunda-nunda pertobatan (berbalik kepada Allah). Undangan yang datang tanpa mengenakan pakaian pesta adalah orang yang hanya melaksanakan ritus, beragama tanpa spiritualitas. Bagi Allah, itu merupakan kesalahan.
 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:1-14)
"Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"

Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuda rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini.’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai Saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan 1:

Kita semua diundang oleh Tuhan untuk ambil bagian dalam perjamuan bersama Dia. Inilah rahmat Allah yang luar biasa. Namun kita sendiri diminta untuk mempersiapkan diri sehingga layak dan pantas masuk ke dalamnya. Kita diminta untuk mengenakan pakaian pesta. Itulah lambang kita menanggapi rahmat Allah yang menguduskan. Kalau tidak mengenakan pakaian pesta, kita akan dihukum sementara orang lain berpesta.

Renungan 2:
Tuhan menegur orang yang sombong,yang menjadi tinggi hati karena keberhasilannya, yang bahkan menganggap dirinya setara Allah, "... engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah... Padahal engkau adalah manusia, bukan Allah ..." Tidak hanya dengan katakata Allah menegur orang yang congkak hati. Allah mengambil tindakan sangat konkret untuk merendahkan orang yang tinggi hati. "Aku akan membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu akan dinajiskan. Engkau akan diturunkannya ke liang kubur, engkau akan mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah  lautan... Engkau akan mati oleh tangan orang asing." Begitulah kerasnya Tuhan menghukum orang yang congkak.
Kesombongan merupakan cacat yang dengan ganas merongrong hati manusia. Banyak orang cenderung menonjolkan diri. Kalau ada keberhasilan, orang cenderung menonjolkan perannya.  Keberhasilan itu terjadi karena campur tanganku." Sebaliknya, kalau terjadi kegagalan, banyak orang cenderung melemparkan kesalahan kepada orang lain. Orang berlomba menonjolkan kehebatannya. Tetapi, semua itu sia-sia. Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang jitu: "orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." 


Doa Malam

Yesus, setiap saat Engkau mengundangku untuk datang kepada-Mu. Namun selalu ada saja alasanku untuk menolak undangan-Mu. Tanamkanlah dalam hatiku rasa rindu untuk selalu dekat dengan-Mu. Bimbinglah dan peganglah tanganku selalu. Amin.


Sumber:

No comments:

Post a Comment