10 Pebisnis Cilik Paling Sukses


Entrepreneur atau wirausahawan menjadi motor penggerak ekonomi baru kerena mereka menciptakan produk atau jasa inovatif. Dengan bisnis yang terus berkembang, mereka menghasilkan 'gaji' untuk diri sendiri bahkan orang kali karena telah menciptakan banyak lapangan kerja baru.

Seperti dilansir dari Investopedia, Kamis (9/8/2012), terdapat 10 pengusaha muda asal Amerika Serikat (AS) yang menjalankan bisnisnya dan terbukti sukses. Diharapkan mereka menjadi inspirasi siapa pun untuk memulai bisnisnya.


10. Fraser Dorhety

Doherty memulai bisnis selai di usia 14 tahun dengan mengandalkan resep dari sang nenek. Usaha Doherty bertambah maju, ditunjukkan dengan pesanan yang makin banyak.

Akhirnya Doherty putus sekolah lalu meneruskan bisnis dengan menyewa pabrik dan jumlah pekerja 200 orang. Di 2007 salah satu supermarket besar Inggris menawarkan agar selai di toko mereka. Penjualan selai kini berkembang dan dijajakan di 184 toko.

Pada tahun yang sama dari menjual selai Doherty membukukan penjualan US$ 750 ribu. Selai Doherty kini telah merambah pasar Eropa.


9. Ashley Qualls


Ashley Qualls memulai bisnis Qualls' dan menghasilkan pendapatan US$ 70 ribu per bulannya. Saat MySpace populer, halaman MySpace Qualls mendapat pujian. Desain Qualls kemudian banyak disukai dan menjadi bisnis baru untuk kemudian menghasilkan uang yang tidak sedikit.

Meski tidak lulus sekolah bisnis Qualls' terus maju bahkan sempat ada penawaran US$ 1,5 juta untuk melepas perusahaan ini namun Ashley menolaknya.


8. Catherine Cook

Saat usianya 15 tahun, bersama kakak Catherine Cook memandangi buku tahunan dan berfikir mengelola buku tahunan via media sosial. MyYearbook.com adalah situs ciptaan Catherine.

Saat diluncurkan, ia menggabungkan MyYearbook.com dengan situs ad-supported bagi penggunanya. MyYearbook.com memiliki tiga juga anggota. Situs ini menghadirkan beberapa fitur termasuk kuis. Di 2006 situs ini menghasilkan uang US$ 4,1 juta. Pengiklan besar seperti Disney dan ABC memanfaatkan MyYearbook.com sebagai media promosi mereka.


7. Cameron Johnson

Cameron Johnson memulai karir wirausahanya sejak usia sembilan tahun saat membuat undangan pesta liburan orang tuanya. Dua tahun setelahnya, Johnson membuat ribuan kartu dollar yang dinamai Cheers and Tears. Di usia 12 tahun ia membayar US$ 100 atas 30 boneka -Beanie Babies- milik sang kakak untuk kemudian dijual kembali di eBay dengan nilai 10 kali lebih besar.

Selanjutnya, bisnis boneka Johnson lanjutkan dengan membeli dari produsennya langsung. Keuntungan terakhir yang ia dapat US$ 50 ribu dalam waktu kurang dari setahun.

Dari hasil jualannya itu, ia merancang bisnis internet dengan menghasilkan untung US$ 3.000 per bulan dari sisi pendapatan iklan. Dan pada usia 15 tahun Johnson menciptakan bisnis lain dengan pendapatan US$ 30 ribu-US$ 400 ribu per bulan.


6. Garrett Gee

Garrett Gee memanfaatkan launching iPad 2 menjadi kesempatan mendulang uang. Usai menjadi salah satu tamu spesial Apple saat peluncuran iPad 2, anak kuliahan ini menjadi merilis artikel 10 aplikasi terbaik untuk device ini.

Dengan pekerjaan yang ia lakukan selama dua hari tanpa tidur, ia berhasil mendapatkan iPad 2. Benar saja artikel yang Gee tayangkan di blog sesuai dengan iPad 2.

Lalu ia mengajak teman sekelasnya untuk mengembankan aplikasi Scan di Februari 2011. Scan sukses di-download sebanyak 10 juta orang dengan total dana yang Gee raih US$ 1,5 juta. Angka dowload Scan pun kembali naik menjadi 21 juta orang di Oktober 2011. Pengembangan aplikasi yang selanjutnya Gee kerjakan adalah monetization.


5. Willow Tufano

Gadis berusia 14 tahun, Willow Tufano asal Florida. Wilayah ini pun terkena resesi yang salah satu akibatnya harga jual rumah yang drop dari sebelumnya US$ 100 ribu menjadi hanya US$ 12 ribu.

Tufano kemudian menghasilkan uang dari hasil usaha membersihkan rumah dan membersihkan perabot yang ada di dalamnya. Ide Tufano lalu adalah membeli membeli rumah lalu menyewakannya kembali dengan tarif US$ 700 per bulan.

Atas usahanya itu, ia telah menikmati hasil investasi yang ditanamkan sebelumnya. Hasil ini tidak dikatakan buruk untuk gadis berusia 14 tahun.


4. Jack Kim

Pemuda Kim asal Seattle sukses mendirikan Benelab, suatu perangkat mesin pencari layaknya Google. Yang membedakan Benelab dapat mengakumulasi dana untuk disumbangkan.  Misi mesin pencari Benelab adalah menjadikan akses filantropi lebih mudah diakses.

Mesin pencari Kim terus berkembang, bahkan sebelum dirinya lulus sekolah tinggi perusahaanya telah mengakumulasi dana US$ 100 ribu.


3. Caine Monroy

Caine Monroy sudah memulai bisnisnya sejak usia sembilan tahun. Arcade memiliki ide menciptkan mainan dari kardus bekas. Bisnis Monroy mulai dari toko onderdil sang Ayah di LA.

Lalu Monroy tampil di satu acara televisi dengan mainan kardus bekas ciptaannya. Tak menunggu lama, bisnis Monroy langsung dikenal. Layaknya areal bermain 'TimeZone', Monroy menjual tiket kepada pengujung sekitar US$ 1 dan US$ 2 dan dapat memainkan sekiar empat wahana. Ia pun menjual t-shirt bertuliskan Caine's Arcade seharga US$ 15.

Meski tidak diketahui berapa omset bisnis mainan Monroy, yang jelas ia mampu mengumpulkan sumbangan dana sekitar US$ 212 ribu. Monroy makin dikenal saat video usahanya diungah melalui situs Youtube.


2. Charlotte

Charlotte merupakan pemuda lulusan sekolah tingkat pertama yang memutuskan ayah dan kakeknya untuk berwirausaha. Butik mini yang diberi nama Wound Up ini ia kelola dengan mengadopsi butik sejenis di California.

Wound Up menghadirkan ragam pakaian wanita dengan kisaran usai 18-40 tahun. Varian pakaian yang Charlotte sediakan antara lain blus, celana pendek, rok hingga gaun. Meski terus berbisnis dan waktunya ia habiskan di butik, Charlotte tetap memiliki waktu untuk bergaul dengan teman-teman seusianya.


1. Hart Main


Pria berusia 14 tahun ini memiliki mimpi mendirikan usaha. Idenya adalah lilin beraroma. Lilin produksinya dijual di sekolah adiknya. Tak disangka bisnis lilin beraroma sukses besar.

Main bersama kedua orang tuanya menempatkan modal masing-masing US$ 100 dan US$ 200 guna pengembangan bisnis lilin yang lebih besar. Produk lilinnya kini miliki banyak aroma mulai dari Campfire, Bacon, Sawdust, Fresh Cut Grass, Grandpa's Pipe dan lainnya.

Produk dengan label ManCans kini sudah memiliki 60 toko di seluruh AS dengan penjualan mencapai 9.000 lilin. Ia tetap menjual stok lilinnya sebelum akhirnya kembali ke bersekolah.




Sumber

No comments:

Post a Comment