SAbda Tuhan Jumat 31 Agustus 2012, Hari Biasa Pekan XXI


Hidup wajib dilindungi dari apa yang merendahkannya, seperti kekerasan, kondisi hidup di bawah standar manusia, kondisi kerja yang tidak layak dan segala sesuatu macam itu -- Beato Yohanes Paulus II



Antifon Pembuka (bdk. 1Kor 1:18)

Warta salib memang suatu kebodohan bagi yang akan binasa, tetapi kekuatan Allah bagi kita yang diselamatkan.


Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabijaksana, anugerahkanlah kebijaksanaan kepada kami agar kami mampu memahami kehendak-Mu dan melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1:17-25)


"Kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi kebanyakan orang, tetapi bagi mereka yang terpanggil, merupakan hikmat Allah."


Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 833
Ref. Kita memuji Allah kar'na besar cinta-Nya.
Ayat. (Mzm. 33:1-2.4-5.10ab,11; R:22)

  1. Bersorak-sorailah, dalam Tuhan, hai orang-orang benar, dalam Tuhan! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
  2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
  3. Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:1-13)


"Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia!

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, 'Pengantin datang! Songsonglah dia!' Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, 'Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.' Tetapi yang bijaksana menjawab, 'Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.' Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, 'Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!' Tetapi tuan itu menjawab, 'Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.' Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.'
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan 1:

Perumpamaan Yesus dalam Injil mempunyai makna bahwa keselamatan membutuhkan keteguhan dan kemantapan iman. Kalau iman kita tidak teguh dan mantap maka akan gam*pang terpengaruh tawaran untuk berpaling dari-Nya. Apalagi jika tawaran tersebut men*janjikan keenakan dan kepuasan tanpa harus bekerja keras. Tawaran tersebut bisa membuat ”terlena dan tertidur”, sehingga tidak peduli lagi dengan Tuhan. Dan ketika ”terbangun dari tidurnya”, baru sadar ada masalah besar yang tidak bisa diatasinya sendiri, orang lain pun tidak mampu untuk membantunya. Yang bisa dibuat adalah menyesal atas semua yang telah terjadi.

Salah satu kecenderungan manusia adalah ingin hidup enak, tetapi tidak perlu bekerja keras. Melakukan sesuatu yang menuntut kurban dan rela menderita adalah hal yang tidak perlu dan dianggapnya sebagai suatu kebodohan. Untuk orang-orang yang mempunyai sikap demikian maka pewartaan tentang Salib Kristus dianggapnya sesuatu yang tidak menarik dan tidak relevan bagi dirinya. Sikap semacam ini tumbuh dan berkembang di era sekarang ini. Semoga kita tidak terpengaruh dengan sikap demikian. Kita tetap berkeyakinan bahwa setiap pengurbanan dan penderitaan yang kita alami, pasti tidak akan sia-sia, apalagi demi mempertahankan iman kita kepada Kristus dan sebuah komitmen untuk melakukan kebaikan—suatu tindakan yang mulia dan berkenan di hati Tuhan.



Renungan 2:

Keteledoran dan kecerobohan, dua penyakit manusia yang dapat mengarah kepada perbuatan yang menggagalkan. Orang yang teledor artinya orang yang lalai, kurang teliti dan konsentrasi untuk melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan kecerobohan adalah hal yang menyertai orang yang teledor, (Jawa= grusa-grusu), maunya serba cepat, kurang perhatian akibatnya hasilnya tidak memuaskan.
Itulah dua penyakit berbahaya dalam hidup manusia. Mungkin saja dua hal itu ada di dalam diri mereka yang didalam kisah Injil hari ini dikatakan gadis-gadis bodoh yang membawa pelita tetapi tidak membawa minyak karena teledor dan ceroboh tidak bijaksana biasa jadi karena mengatur diri tidak baik sehingga akibatnya fatal. Dalam kehidupan kita demikian juga. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan terburu-buru tanpa ada waktu hening dan tenang pasti tidak berhasil dengan baik. Belajar dari gadis-gadis yang bodoh atau tidak bijaksana itu marilah bekerja dengan tenang.



Renungan 3:


Tema: HAL KERAJAAN SORGA
Renungan dalam bentuk audio, silahkan click play utk mulai dan bisa  download di SINI

Doa Renungan:

Ya Allah yang mahasetia, bantulah aku untuk setia dan selalu berjaga-jaga dalam menantikan datangnya Kerajaan-Mu. Semoga aku tidak terbelenggu dengan hal-hal duniawi yang bisa membuat aku terlena dan menjauhkan diri dari-Mu. Amin.


Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Kamis 30 Agustus 2012,Minggu Biasa XXI


Antifon Pembuka (Mzm 145:2-3) 

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau dan memuji nama-Mu selama-lamanya. Agungkanlah Tuhan dan amat terpuji, keagungan-Nya tak terselami.


Doa Pagi
 
Bapa yang Mahabaik, syukur dan terima kasih karena melalui Yesus Kristus Engkau telah membuat kami kaya dalam segala hal dan tidak kekurangan sesuatu pun. Kuatkanlah iman kami agar jangan sampai mencari kekuatan lain dan hidup dalam kepercayaan sia-sia. Amin.
 


Kepada umat di Korintus, Paulus meneguhkan penantian mereka akan penampakan Tuhan Yesus Kristus dalam kedatangan-Nya yang kedua (parousia). Paulus merasa perlu mengingatkan mereka akan kasih karunia Allah bagi mereka. Itulah yang harus membuat mereka merasa kaya di hadapan Tuhan, dan setia sampai kesudahannya. 



Pembacaan dari Kitab 1 Korintus, Kor.1:1-9

"Di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala hal." 

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah   dipanggil menjadi rasul  Kristus Yesus, dan dari Sostenes,   saudara kita,  kepada jemaat Allah  di Korintus,  yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus  , dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama   Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus   menyertai kamu.

 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu   atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.  Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya   dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,  sesuai dengan kesaksian   tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun   sementara kamu menantikan penyataan   Tuhan kita Yesus Kristus   Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat   pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.    Allah, yang memanggil kamu   kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita,   adalah setia.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U: Terpujilah Kristus!


Mazmur Tanggapan 
Ref.
Aku hendak memuji nama-Mu selama-lamanya, ya Allah Rajaku.
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.6-7)

  1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
  2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
  3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.


Bait Pengantar Injil 
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang.


Yesus menyinggung kedatangan-Nya yang kedua (pada hari kiamat). Hari terakhir itu tak akan ada yang bisa menduga waktu kedatangannya. Maka sangatlah bijak dan masuk akal, jika Yesus menghendaki agar kita berjaga-jaga. Berjaga-jaga berarti melaksanakan tugas dengan setia.



Bacaan Injil Yesus Kristus Menurut Santo Matius, Mat.24:42-51

"Hendaklah kalian selalu siap siaga." 

Karena itu berjaga-jagalah  , sebab kamu tidak tahu pada hari mana   Tuhanmu datang.    Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri   akan datang,   sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia,  karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga  ." "Siapakah hamba   yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.  Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:  Tuanku tidak datang-datang  , lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,  dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Demikianlah Injil Tuhan!
U:Terpujilah Kristus!

Renungan 1:

Pada setiap ulang tahun kita bernyanyi: "Panjang umurnya, panjang umurnya..." Sepanjang apa pun umur manusia, suatu waktu tiba saatnya ia tutup usia. Tidak ada tambahan lagi barang sehari. Kapan saat itu? Hanya Tuhan yang tahu. Maka Injil mengingatkan: Berjaga-jagalah. Maut datang bagai pencuri di waktu malam. Di saat kita tidur nyenyak ia datang dan membongkar rumah kita. Ia tidak kirim SMS dulu untuk memberitahu hari dan jam ia datang. Seandainya begitu si pemilik rumah berjaga-jaga dan tidak kebobolan.
Dalam sebuah alat pemotret ditemukan sebuah foto digital yang dibuat setengah detik sebelum tsunami menerpa sebagian dari pulau Sumatra. Tampak sederetan rumah dan sebuah mobil yang diparkir dalam keadaan tenang dan damai. Di belakangnya ada tembok air kelabu setinggi 32 meter. Dahsyat dan menakutkan. Siapa si pemotret, dan di mana dia? Tak seorang pun tahu. Ia ditelan tsunami bersama ratusan lainnya yang tidak tahu apa yang akan terjadi ketika mereka bangun hari itu. Alat pemotretnya ditemukan dalam puing-puing yang disisakan oleh tsunami.
Dan foto itu adalah saksi bisu dari apa yang dilihat si pemotret setengah detik sebelum ia meninggal. Berjaga-jagalah. Kata itu menimbulkan rasa was-was dan takut. Sebetulnya bukan dimaksud untuk menakut-nakuti. Bisakah berjaga-jaga tanpa rasa takut? Kalau kita menunggu kedatangan tamu yang sangat kita kasihi, kita juga berjaga-jaga. Ada rindu, senang, harapan. Rumah kita sudah beres, segalanya sudah siap. Seperti itulah kita menanti kedatangan Tuhan di akhir hidup kita, penuh rindu, tanpa takut.
Renungan dikutip dari>>Mrifica News


Renungan 2:

Tema: BERJAGA- JAGALAH
Ket.Silahkan click play utk mulai, renungan tersebut bisa didownload di SINI

Sumber Renungan Audio>>Lumens Indonesia


Doa Malam

Tuhan Yesus, bimbinglah aku selalu supaya mampu menjadi pengawas segala milik-Mu yang Kauberikan padaku sebagai talenta. Berkati agar aku jangan sampai terlena oleh pemikiran duniawi yang membuat berat hati dan tidak siap siaga bila tiba-tiba Engkau datang menjemputku. Amin.

Sumber MT, Doa>>Renungan Pagi
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Rabu 29 Agustus 2012, Wafatnya St. Yohanes Pembaptis (Martir)



Dengan tanpa sangsi St Yohanes Pembaptis menderita belenggu di dalam penjara dan meletakkan hidupnya sebagai kesaksian terhadap Penebus kita, karena ia pendahulu-Nya-----St. Beda Venerabilis


Antifon Pembuka (Mzm 118:46-47)



Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Segala aturan-Mu menjadi kesukaanku, yang sangat kucintai.



Doa Pagi



Ya Allah, Engkau telah menjadikan Yeremia kuat bagai kota yang berkubu, tiang besi dan tembok tembaga dalam melawan musuh Israel. Hari ini kami peringati wafatnya St. Yohanes Pembaptis, seorang rasul yang Kaujadikan utusan bagi umat kesayangan-Mu. Jadikanlah kami utusan-Mu bagi siapa saja yang kami jumpai hari ini. Rahmat-Mu cukup bagi kami, karena Engkau sendiri bersabda, “Aku menyertai engkau.” Kuatkan dan teguhkanlah niat kami dalam memerangi segala yang jahat dalam diri kami dan bertentangan dengan cinta kasih. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.



Bacaan dari Kitab Yeremia (1:17-19)


"Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka."



Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, “Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.



Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 842

Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku Tenang. 

Ayat. (Mzm 71:1-4a.5-6b.15ab.17)

  1. Padamu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
  3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
  4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:10)
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:17-29)


"Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!"



Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperisteri Herodias, isteri Filipus saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes. Karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka raja Herodes berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus. 



Renungan :



Peristiwa yang menyedihkan, namun itulah yang terjadi. Yohanes Pembaptis terkenal sebagai seorang jujur dan berani dalam menegakkan kebenaran. Ia pernah menegur Herodes karena mengambil isteri saudaranya. Teguran itu berlanjut pada dendam sehingga berakhir pada peristiwa pembunuhan Yohanes. Sikap manusia begitu mengerikan karena kebencian dan dendam bisa membunuh sesamanya. Padahal kehidupan adalah hak Allah dan manusia tidak berhak sedikit pun atasnya, namun itulah yang terjadi.


Yohanes Pembaptis dibunuh, namun ia tidak mati, ia tetap hidup melalui suaranya yang selalu menggemakan keadilan dan kasih. Yohanes telah membuka jalan bagi Yesus. Ketika Yohanes mau menegakkan kebenaran, Herodes malah tidak berani bertindak benar walaupun ia tahu Yohanes tidak bersalah bahkan ia pun mengaguminya. Namun ia kalah terhadap kuasa dan kedudukan.

Kita menghadapi pergolakan yang sama sampai saat ini, yakni antara mengatakan yang benar dan kejujuran atau yang menyenangkan manusia saja dan aman. Tidak jarang ada kecenderungan untuk mencari aman sehingga bertindak tidak jujur. Realita inilah yang menimbulkan banyak penderitaan dalam kehidupan kita sehingga kebenaran dan orang benar tersingkirkan seperti Yohanes Pembaptis. Beranikah kita melawan arus ini dengan menyatakan kebenaran dan kejujuran?

Light Nomyus menyediakan renungan dalam bentuk audio, silahkan download.
Tema renungan hari ini: Gerak Gerik Hati Nurani
Doa Renungan:

Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk bersikap sebagai seorang kristiani yang jujur dan tegas terhadap tawaran yang menyesatkan. Tuhan kepada-Mu kupercayakan hidupku. Amin.



READ MORE »»  

Sabda Tuhan Selasa 28 Agustus 2012, Peringatan Wajib St. Agustinus (Uskup dan Pujangga Gereja)


Quote:
“Lambat aku mencintai Engkau! Sebab sesungguhnya Engkau ada di dalam, dan aku ada di luar; dan aku mencari Engkau di luar, pada barang-barang menarik yang Engkau buat”-------St. Agustinus

Antifon Pembuka (Sir 15:5)
Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.

Doa Pagi


Terpujilah Engkau, ya Tuhan, yang telah menarik kembali St. Agustinus dari lembah kesesatan. Kauselamatkan dia berkat Roh yang menguduskan, membarui dan memimpin kepada kebenaran. Bimbinglah aku dalam kuasa Roh Kudus-Mu agar aku dapat membedakan dengan tepat dan cermat ajaran-ajaran yang benar dan yang palsu dan menyesatkan. St. Agustinus, doakanlah aku. Amin.

Rupanya umat di Tesalonika sedang mendapatkan ‘surat palsu’ yang berisi tentang datangnya hari Tuhan (kiamat). Paulus minta agar umat tetap berpegang pada ajaran yang telah disampaikan. Dalam kondisi terombang-ambing oleh aneka ajaran dan opini, berpegang pada ‘dogma’ adalah sikap yang paling aman.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (2:1-3a.13b-17)


Saudara-saudara, tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan berasal dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Hendaknya kalian jangan sampai disesatkan orang dengan cara bagaimana pun juga. Allah dari mulanya telah memilih kalian untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kalian dan dalam kebenaran yang kalian percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kalian lewat Injil yang kami wartakan, sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami baik secara lisan, maupun secara tertulis. Semoga Tuhan kita Yesus Kristus dan Allah, Bapa kita, menghibur dan memperkuat hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik. Sebab Allah mengasihi kita, Ia memberi kita hiburan abadi dan harapan baik karena kasih karunia-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref.
Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.
Ayat. (Mzm 96:10-13)
  1. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
  2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
  3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref.
Alleluya
Ayat.
Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati. Alleluya.
Yang terpenting dalam hukum Taurat adalah keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Menghayati ketiga hal tersebut, serupa dengan membersihkan cawan dan pinggan kehidupan kita yang ada di sebelah dalam. Jika setiap tindakan ritual keagamaan didasari oleh ketiga nilai tersebut, maka kehidupan agama menjadi lebih mendarat, karena ketiganya menyangkut hubungan dengan sesama. Agama yang mengabaikan hal tersebut, hanyalah kedok kemunafikan.
Bacaan Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (23:23-26)


Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan :


Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena tidak mampu membedakan mana yang utama dan mana yang sampingan. Mereka hanya mau menampilkan sisi luar tapi dalamnya mereka tidak pedulikan. Kecaman Yesus ini menjadi bahan pelajaran bagi kita. Integritas diri harus kita perhatikan. Itulah keselarasan antara sikap batin dan ungkapan lahiriah kehidupan.

Doa Malam


Yesus tumpuan hidupku, semoga kekuatan ilahi-Mu yang mengalir dalam hatiku melalui santapan Ekaristi menghancurleburkan benih-benih kemunafikan dalam diriku. Jadikanlah diriku cawan dan pinggan yang bersih luar dalam, supaya layak menjadi tempat kediaman-Mu sebagai sibori yang hidup. Amin.



READ MORE »»  

Sabda Tuhan Senin 27 Agustus 2012, Peringatan Wajib Sta. Monika


Quote:
Letakkanlah tubuh ini di mana saja. Hanya satu ini yang kuminta kepadamu, agar kamu mengenangkan aku di hadapan altar Tuhan, dimana saja aku kamu berada. -- St Monika.

Antifon Pembuka (bdk. Ams 31:30.28)Wanita yang takwa kepada Tuhan sungguh pantas mendapatkan pujian. Ia disebut bahagia oleh anak-anaknya, dan suaminya pun memuji dia.

Pengantar


Monika dilahirkan di Tagaste, Afrika Utara, dari sebuah keluarga Kristen yang saleh dan giat beribadat. Perjalanan hidup St Monika tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan rohani Agustinus yang kemudian diangkat menjadi santo. Agustinus adalah putra pertama Monika dengan Patrisius, suaminya.

Kisah hidup St Monika patut diteladani dan dipuji, khususnya bagi para ibu yang memiliki putra dan putri yang bandel, kurang patuh, tersesat akibat berbagai ajaran, dan bujukan hal-hal yang menyesatkan.

Ketika Monika berusia 20 tahun ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda yang dikenal kafir dan cepat ‘panas hatinya’. Monika mengalami tekanan batin karena ulah suaminya, Patrisius yang selalu mencemooh Monika yang selalu mendampingi anak agar bertumbuh menjadi pemuda yang berbudi luhur. Monika menerima cemoohan suaminya dengan penuh kesabaran.

Suaminya bekerja sebagai pegawai tinggi pemerintahan kota setempat. Keluarga ini dikaruniai tiga anak: Agustinus, Navigius, dan Perpetua (yang kelak menjadi pemimpin biara). Suaminya dikenal bertabiat buruk, suka naik pitam, dan sering menertawakan usaha keras Monika dalam mendidik Agustinus menjadi pemuda yang memiliki kepribadian kristiani.

Bukan hanya itu, batin Monika juga tertekan karena ulah Agustinus anaknya yang terjerembap dalam ajaran sesat. Tekanan batin itu semakin menjadi-jadi ketika Agustinus menempuh pendidikan di Kota Cartago. Dia meninggalkan imannya dan memeluk ajaran Manikeisme.

Agustinus mempunyai anak tanpa menjalani perkawinan sah. Ada dua hal yang membuat Monika tertekan, yaitu ulah suaminya Patrisius dan putranya Agustinus. Meski demikian, ia tidak putus asa. Ia tetap setia mendampingi mereka.

Tekun berdoa

Monika tiada henti berdoa agar Tuhan menjamah suaminya, sehingga mengubah tabiatnya dan menjadi pengikut Kristus. Hampir setiap hari Monika menitikkan air mata saat berdoa kepada Tuhan.

Namun, tampaknya tidak ada tanda-tanda bahwa Tuhan mendengarkan doa Monika yang didaraskan dengan khusyuk. Ia tidak patah semangat. Bahkan, ketika segalanya terasa tanpa harapan, ia terus berdoa dengan satu harapan saja, yaitu Tuhan mendengarkan keluh kesahnya. Hingga pada suatu ketika Tuhan mendengarkan keluh kesah Monika.

Tuhan menguatkannya lewat sebuah mimpi. Dalam mimpinya, Monika melihat dirinya berada di atas sebuah mistar kayu. Kemudian, datanglah seorang pemuda dengan wajah bercahaya. Ia bertanya, ”Mengapa Ibu bersedih? Apa yang menyebabkan Ibu bersedih setiap hari?

Monika menjawab dengan jujur. Ia sedih karena tidak tahan melihat kebiasaan suami dan anaknya. Pemuda itu mengajak Monika melihat dengan saksama, maka terlihat dengan segera bahwa Agustinus bersamanya berada di atas mistar. Lalu, kata pemuda itu, ”Di mana engkau berada, di situ dia berada.”

Kehidupan yang dilakoni Agustinus jauh dari yang diharapkan ibunya. Agustinus pergi ke Italia dengan maksud menghindar dari ibunya. Apa yang dilakukan Monika? Ia terus-menerus mendoakan Agustinus, bahkan setiap hari ia mendoakan Agustinus agar bisa segera bertobat.

Agustinus terus hidup dalam kubangan dosa. Monika tidak tega membiarkan anaknya hidup dalam kegelapan rohani. Ia menyusul ke Italia. Di Milano, ia berkenalan dengan Uskup Ambrosius. Ia meminta Ambrosius menasihati Agustinus. Akhirnya, oleh teladan dan bimbingan Ambrosius, Agustinus bertobat dan bertekad untuk hidup hanya bagi Allah dan sesamanya.

Pertobatan putranya adalah puncak kebahagiaan yang dialami Monika dalam hidupnya. Kegembiraan lainnya, yaitu pertobatan suaminya. Menjelang ajalnya, Patrisius minta dibaptis menjadi seorang Katolik.

Doa Pagi

Bapa sumber ketabahan, syukur dan terima kasih atas teladan ketabahan dan iman Santa Monika dan umat di Tesalonika yang dipuji oleh Santo Paulus. Bantulah kami supaya tabah dalam segala penderitaan karena iman kami terhadap-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus Kepada umat di Tesalonika, Tes.1:1-5.11b-12

"Nama Tuhan kita dimuliakan dalam kamu dan kamu dalam Dia."

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Semoga Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref.
Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3.4-5; R: 3)

  1. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!
  2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
  3. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat dari pada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ket:Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

 
Bacaan Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas, Luk.7:11-17
"Hai pemuda, bangkitlah!"

Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak-anak laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Jangan menangis!" Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, "Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkan kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah mengunjungi umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

Renungan 1:
Paulus, Silvanus dan Timotius, dalam Bacaan I, menyampaikan salam yang menyejukkan dan meneguhkan bagi jemaatnya: ”Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian”. Salam ini tampak bukan hanya sekadar ung*kapan tegur sapa, apalagi sekadar ungkapan basi-basi, tetapi mengandung berkat dari pemberi kepada penerimanya. Paulus, Silvanus dan Timotius adalah tokoh/pemimpin jemaat yang sungguh-sungguh dekat dan mencintai jemaatnya. Salam inilah yang kita dengar dan kita terima setiap kali mengawali ibadat atau perayaan Ekaristi yang disampaikan oleh pemimpin ibadat atau perayaan.


Namun, Yesus tetap mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap bentuk-bentuk kemunafikan. Banyak orang datang dengan menawarkan kedamaian, menjanjikan perubahan hidup yang lebih sejahtera, namun ternyata mereka bagai serigala berbulu domba, hendak merenggut hak dan kebebasan kita demi tujuan pribadi mereka. Mulut mereka manis, tetapi hati mereka getir oleh banyak perhitungan untung-rugi. Situasi seperti ini justru semakin marak terjadi ketika kita sedang merayakan pesta demokrasi yang menjadi kebanggaan kita. Yesus meminta kita untuk menyelidiki terlebih dahulu sebelum memutuskan pilihan apa pun. Rumusnya sederhana: Dari buahnyalah kita mengenal mereka.

Renungan 2:

Suatu peristiwa yang mengagumkan terjadi, yakni seorang anak dibangkitkan Yesus. Tentu saja kejadian ini mengundang reaksi yang beragam dari mereka yang menyaksikannya. Yesus tidak ingin membuat pertunjukkan yang membuat orang kagum. Ia ingin menunjukkan kuasa Ilahi dan sekaligus kasih Allah  kepada manusia yang sungguh membutuhkannya. Belas kasih Allah sungguh tampak dalam peristiwa ini.
Yesus tidak asal membuat mukjizat, namun Ia melakukan karena ada orang yang memang memerlukan bantuan dan perhatian. Inilah Hati Allah yang memandang orang kecil dan lemah. Allah sungguh bertindak bagi manusia yang membutuhkan dan yang dengan rendah hati memohonnya. Kasih Yesus mengalir dalam diri sang anak dan keluarganya, itulah yang menghidupkan. Allah selalu menghendaki keselamatan dan kehidupan dalam diri kita manusia, itulah yang selalu diperjuangkan oleh Yesus. Perjalanan Yesus selalu membawa sukacita bagi orang yang percaya dan ingin mengikutiNya dengan setia.
Namun demikian dalam diri orang yang menaruh curiga, kehadiran Yesus itu mengancam dan mengusik. Dalam kehidupan kita sekarang ini, ada banyak kasih Tuhan yang kita terima lewat nafas kehidupan yang kita hirup setiap hari. Namun demikian kita tidak jarang menuntut terlalu banyak untuk kepentingan diri kita sendiri. Tuhan ingin keselamatan dan kehidupan abadi bagi kita dan bukan kesenangan sesaat.

Doa Renungan:
Ya Bapa yang mahabaik, berkatilah aku selalu dengan damai dan kasih sayang-Mu. Mampukanlah aku untuk bertindak bijak di hadapan berbagai bentuk kemunafikan yang hendak merenggut kasih dan kedamaian dalam diriku. Amin.




Sumber:
READ MORE »»  

Sabda Tuhan Minggu 26 Agustus 2012, Hari Minggu Biasa XXI/B


Pendahuluan
Hari Minggu adalah saat yang istimewa untuk mewartakan dan memupuk persekutuan tanpa henti --- Beato Yohanes Paulus II

Antifon Pembuka (Mzm 86:1-3)Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku. Selamatkanlah hamba-Mu, yang percaya kepada-Mu. Kasihanilah aku, ya Tuhan; sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

Doa Pagi
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, bila kami percaya maka segala sesuatu di sekitar kami menandakan kebaikan dan kemurahan bagi hati-Mu yang tak terhingga. Pada diri Yesus, Putra-Mu, Kausampaikan kepada kami sabda kehidupan kekal. Kami mohon, tariklah kami lebih dekat lagi kepada-Mu, agar kami selalu berhubungan dengan Dikau dan bersama-sama membentuk umat kesayangan-Mu.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yosua, Yos.4:1-2a.15-17.18b
"Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita."

Menjelang wafatnya, Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua, para kepala, para hakimnya dan para pengatur pasukan Israel. Mereka berdiri di hadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu, "Jika kamu menganggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: Kepada dewa-dewa yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau kepada dewa orang Amori yang negerinya kamu diami ini? Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" Maka bangsa itu menjawab, "Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain! Sebab Tuhan, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan; Dialah yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui. Kami pun akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = g, 3/4, PS 857
Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan
Ayat. (Mzm 34:2-3.16-17.18-19.20-21.22-23)
  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati, mendengarnya dan bersuka cita.
  2. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat, untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
  3. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan, dari segala kesesakannya, mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
  4. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu; Ia melindungi segala tulangnya, dan tidak satu pun yang patah.
  5. Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya, tidak akan menanggung hukuman.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus, Ef.5:21-32

"Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat."

Saudara-saudara, hendaklah kamu saling merendahkan diri dalam takut kepada Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu, seolah-olah kepada Tuhan. Sebab suami adalah kepala isteri, sebagaimana Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian pulalah isteri hendaknya tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri bagi jemaat untuk menguduskannya, setelah menyucikannya dengan air dan firman. Maksudnya ialah supaya dengan demikian Kristus menempatkan jemaat di hadapan-Nya dalam keadaan cemerlang, tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi kudus dan tidak bercela. Demikian pula suami harus mengasihi isterinya seperti tubuhnya sendiri, maka yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri. Sebaliknya ia merawat dan mengasuhnya, seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 6:63b.68b)
Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roh dan hidup. Sabda-Mu adalah hidup yang kekal.

Bacaan Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes, Yoh.6:60-69

"Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal."

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup, banyak dari murid-murid-Nya berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata, “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan 1:Ada seorang dosen di sebuah Universitas Negeri terkemuka di negara kita tercinta ini. Ia terkenal sebagai dosen yang amat sederhana. Dia adalah seorang Katolik dan aktivis di parokinya. Dia terkenal jujur dan tulus. Dia menjalankan tugasnya sebagai seorang dosen sesuai dengan hati nuraninya. Dia sering mengkritik segala macam bentuk ketidakadilan dan ketidakjujuran di kampus tempat dia bekerja. Akibatnya, dia tidak diberi jabatan apa pun di kampusnya.


Namun, suatu ketika tim audit dari KPK mendatangi kampusnya dan mengaudit sesuatu yang ada di sana. Maka, terbukalah segala macam kebobrokan di kampus itu. Semua yang terlibat disidang dan dipenjarakan. Itulah buah dari ketidakjujuran mereka. Sementara dia yang jujur dan tulus kini menikmati buah kebahagiaan dan kedamaian yang sejati. Itulah buah dari komitmen seorang Katolik yang sejati, yang setia pada suara hatinya. Dia memilih untuk setia kepada Kristus.


Injil yang kita renungkan hari ini menyadarkan kita bahwa mengikuti Yesus bukanlah perkara yang mudah. Untuk sampai pada pengenalan akan Kristus, dibutuhkan usaha pribadi dan yang terutama adalah selalu memohon rahmat kesetiaan dari Allah. Perkataan Yesus tentang roti hidup mengguncang iman para murid sehingga mereka mengatakan, "Perkataan ini keras! Siapakah yang sanggup mendengarkannya?" (Yoh 6:60).


Apa yang dikatakan Yesus sulit untuk diterima. Para murid tahu bahwa Yesus selalu mengatakan dan mengaku sebagai milik Allah yang datang dari surga dan bahwa tak seorang pun dapat mengalami hidup bersama Allah kalau tidak menyerahkan diri secara total kepada Allah.


Dari sini kita dapat memahami bahwa yang menjadikan seorang sulit menjadi orang Katolik yang baik dan setia bukan soal intelektual tetapi tuntutan moral yang disampaikan oleh Yesus sendiri. Di dalam hidup kekatolikkan kita ada dua kesulitan yang sangat nyata.
Pertama, kekatolikan itu menuntut adanya penyerahan diri total kepada Allah. Mengakui Kristus sebagai satu-satunya pemimpin dan Raja bagi kita. Itulah iman yang sejati. Kedua, kekatolikan itu mempunyai tuntutan moral yang sangat tinggi. Para murid sadar bahwa Kristus adalah Putra Allah yang hidup di atas bumi. Namun, kesulitan mereka adalah menjalankan apa yang menjadi tuntutan Kristus. Karena itu, sampai saat ini masih banyak orang yang menolak Kristus karena tuntutannya yang keras yakni SETIA hanya pada Pribadi-Nya dan apa yang diajarkan-Nya.

Komitmen kita pada pribadi Yesus harus nyata dalam relasi kita dengan sesama. Kalau kita mengatakan bahwa kita SETIA pada Yesus tetapi TIDAK SETIA pada tugas dan panggilan hidup kita masing-masing, berarti kita seorang pendusta. Relasi kita yang intim dan akrab dengan Yesus mesti memampukan kita menjalin persaudaraan yang sejati dan tulus dengan siapa saja yang kita jumpai. Kalau kita setia pada Yesus dan pada panggilan hidup kita masing-masing sekalipun banyak tantangan dan rintangan, akan berbuah pada kebahagiaan dan kedamaian yang sejati. Sebaliknya, kalau kita tidak setia akan berujung pada kebahagiaan dan kedamaian semu yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan pribadi kita, keluarga dan masyarakat. 

Renungan 2:

Tidak peduli seberapa jauh kita telah menyimpang dari Tuhan, Ia selalu siap membawa kita kembali. Kalimat refleksi ini menyadarkan kita bahwa betapa amat baiklah Tuhan atas diri dan hidup kita sekalipun kita mengundurkan diri dari Tuhan. Pengalaman saya juga membuktikan bahwa sekalipun saya mengundurkan diri dari Tuhan dalam bentuk jatuh dalam dosa berat sekalipun, Hati Tuhan terbuka menerima kembali setiap orang yang bertobat terutama murid-muridnya.
Dalam Injil hari minggu ini kata-kata Yesus terlalu keras, terlalu sulit untuk diterima para murid bahkan ada yang mengundurkan diri. Yesus bersikap demikian karena kita kadang kurang percaya dan mengkhianati hati Yesus. Kata-kata Yesus ini menguji kesetiaan kita, menguji iman kepercayaan kita supaya kita tidak menyerah, tidak mengkhianati apalagi murtad.

 HOMILI HARI MINGGU BIASA KE XXI – B

Homili dari Rm.Agus Widodo, Pr.


Bacaan : 
Yos 24:1-2a.15-17.18b; Ef 5:21-32; Yoh 6:60-69

Setiap saat, kita selalu dihadapkan pada berbagai macam pilihan dan kita harus memilih serta memutuskan. Kita ambil saja contoh hari ini. Tadi pagi, kita sudah melakukan pilihan: bangun jam berapa. Saat terjaga mau bangun atau tidur lagi. Setelah bangun, kita juga harus memilih mau ngapain: berdoa, mandi, minum, atau yang lain. Kita mau ke gereja juga harus memilih: mau memakai pakaian yang mana, berangkat jam berapa, naik apa, dengan siapa dan mau membawa apa. Sampai di gereja memilih lagi: duduk di mana dan nanti akan kolekte atau tidak, kalau kolekte berapa. Dan seterusnya …….

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang pemilihan dan pengambilan keputusan dalam iman. Dalam bacaan pertama (Yos 24:1-2a.15-17.18b), Yosua menantang umat Israel untuk memilih tetap beriman kepada Tuhan atau menyembah dewa-dewi (ay.15a). Yosua sendiri, bersama dengan keluarganya, memilih dan memutuskan untuk tetap beriman dan beribadah kepada Tuhan (ay.15b). Dengan mantab, mereka memilih untuk tetap beriman dan beribadah kepada Tuhan. Keputusan ini didasari oleh kesadaran akan karya-karya Tuhan yang mereka alami: mereka dibebaskan dari perbudakan Mesir, dituntun sampai Tanah terjanji, diberi makan manna, dan selalu dilindungi dan dijamin sehingga selamat.       
  • Pengalaman dan kesadaran akan Alah yang baik, yang membebaskan, yang melindungi, yang menuntun, dan yang menganugerahkan berkat-Nya, hendaknya menjadi dasar yang kokoh bagi kita untuk tetap beriman kepada Tuhan.
Yosua menghayati imannya tidak sendirian tetapi bersama seisi rumahnya. Ia dan keluarganya dengan mantap beribadah kepada Allah. Demikian pula hendaknya, dalam kehidupan berkeluarga, suami-istri mengembangkan kesatuan dalam beriman. Keluarga merupakan Gereja Kecil, di mana iman kepada Tuhan dihayati: diperdalam, diperteguh, dikembangkan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, St. Paulus menasihati agar suami-istri saling mengasihi dan melayani, sebagaimana Kristus mengasihi Gereja-Nya (Ef 5:21-32). 
  • Pengalaman dan kesadaran dikasihi oleh Tuhan merupakan dasar penting bagi suami-istri untuk menghayati sakramen perkawinan. Sakramen adalah tanda dan sarana kahadiran Tuhan yang mengasihi dan menyelamatkan umat-Nya. Maka, dengan sakramen perkawinan: suami menjadi tanda dan sarana bagi Tuhan untuk mengasihi istri dan istri menjadi tanda dan sarana bagi Tuhan untuk mengasihi suami. Semangat kasih dan pelayanan suami-istri ini merupakan salah satu bentuk perwujudan iman dalam keluarga.
Kalau dalam bacaan pertama, Yosua beserta keluarganya dan seluruh umat Israel memilih dan memutuskan untuk tetap beriman dan beribadah kepada Tuhan, dalam bacaan Injil (Yoh 6:60-69) dikisahkan banyak murid yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Yesus (ay.66). Peristiwa ini sungguh ironis: sebelumnya mereka terkagum-kagum dengan mukjizat penggandaan roti yang dibuat Yesus (Yoh 6:1-14) bahkan mereka antusias untuk menjadikan Yesus sebagai raja (Yoh 6:15). Namun, ketika Yesus berbicara mengenai roti hidup, mereka tidak bisa memahami. Iman mereka tergoncang (ay.61). Mengapa? Karena mereka menangkap ajaran Yesus hanya secara harafiah. Kalau Roti Hidup itu adalah Yesus sendiri, menyantap Roti Hidup berarti berarti makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Betapa mengerikan. Maka wajar jika mereka menilai bahwa pengajaran Yesus itu sangat keras (ay.60). Apalagi hukum taurat melarang mereka untuk memakan darah (Kej 9:4; Ul 12:23; Im 17:11). Maka, menurut mereka, makan daging dan minum darah Yesus tidak hanya merupakan kekejaman tetapi juga pelanggaran hukum Taurat yang amat berat. Itulah sebabnya, mereka tidak bisa memahami dan menerima ajaran Yesus kemudian meninggalkan Dia.

Bagaimana dengan kita? Kalau kita seperti orang Yahudi, memahami sabda dan ajaran Yesus secara harafiah, kita juga akan jatuh pada hal yang sama. Tanpa iman, sabda dan ajaran Yesus akan sangat sulit kita pahami dan kita terima. Untuk itu, marilah kita belajar beriman seperti Petrus yang dengan tegas memilih untuk tetap mengikuti Yesus. Sabda-Nya yang sulit dimengerti secara nalar itu, kalau kita terima dengan iman akan menjadi perkataan hidup yang kekal (ay.68). Itulah makanya, dalam Perayaan Ekaristi, setelah kita mendengarkan Sabda Tuhan dan uraiannya dalam homili, kita memperbarui iman kita dengan mengucapkan syahadat. 
  • Sabda Tuhan, entah kita mengerti secara nalar atau tidak, kita terima dengan iman. Meskipun kita tidak mengerti, tetapi karena Tuhan yang bersabda, kita percara pasti itu baik untuk kita. Sabda-Nya tetap berkarya dalam diri kita dan menuntun serta menganugerahkan kehidupan yang kekal.
Menerima sabda Yesus tentang Roti Hidup dalam terang iman mengajak kita untuk menghayati makna Ekaristi. Bagi kita, Yesus bukan hanya Sang Sabda tetapi juga Roti Hidup. Keduanya kita temukan dalam Ekaristi. Sebab, dalam setiap Ekaristi, Yesus sendiri hadir dan bersabda sekaligus memberikan diri-Nya dalam rupa roti Ekaristi. Di satu sisi, kita hanya bisa menerima roti Ekaristi itu sebagai Tubuh Kristus kalau kita mengimaninya; di sisi lain Ekaristi yang kita rayakan dengan tekun dan setia akan semakin menyuburkan iman kita. Roti Ekaristi merupakan rezeki rohani yang menjadi bekal dan memberi kekuatan bagi kita sepanjang peziarahan hidup di dunia ini sampai kita memasuki kehidupan yang kekal. 
  • Sabda Tuhan hari ini mengajak kita agar di antara banyak pilihan kegiatan, hendaknya kita memilih Ekaristi sebagai kegiatan rohani yang dengan tekun dan setia kita rayakan. 
  • Di antara banyak makanan bergizi, hendaknya kita pilih juga roti Ekaristi sebagai makanan yang bernutrisi tinggi untuk kehidupan rohani kita.  
 Semoga Tuhan memberkati kita, Amin!



Sumber:
READ MORE »»