Dua Siswa Asal Yogyakarta Buat Sepatu 'Bermata' Untuk Tunanetra


Apa yang dibuat oleh dua siswa asal SMA 2 Yogyakarta, Muhammad Luqman dan Faishal Fuad Rahman, patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya berinovasi, tapi juga membantu penyandang tunanetra dengan sepatu 'bermata'. Seperti apa alatnya?

Luqman dan Faishal menceritakan alat tersebut bernama Edges Shoes. Sepatu itu dirancang khusus bagi mereka yang berkebutuhan khusus agar bisa berjalan di jalur yang tepat.

"Kita buat sepatu untuk tunanetra. Itu kita kembangkan dari robot pengikut garis atau robot line follower. Sensornya kita aplikasikan ke sepatu," terang Luqman.

Alat ini dibuat sejak Luqman dan Faishal duduk di kelas 2 SMA. Selama enam bulan mereka melakuan riset sambil didampingi pembimbing di sekolah. Alat itu kemudian diujicoba di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yogyakarta hingga akhirnya dilombakan dan mendapat medali perunggu di ajang lomba inovasi internasional di Thailand.

"Tanggapannya lumayan bagus. Selama ini mereka punya keluhan, kalau pakai brailler harus meraba jalan. Kalau menggunakan alat kita dia cuma dengerin suara, kalau outputnya keluar jalur dia akan bunyi, tit, tit, tit," jelasnya.

Saat dihubungi terpisah, Faishal berjanji akan terus mengembangkan alat ini. Tidak lupa, dia juga akan terus memperbaiki kesempurnaan jalur braille yang ada saat ini.

"Kita sekarang terus kembangkan sama pembimbing. Mudah-mudahan bisa terus membantu mereka yang membutuhkan," ucap Faishal.

Selain Faishal dan Lukman ada sejumlah pelajar lain yang mendapat penghargaan di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) Ke-12 Thailand. Mereka antara lain Linus Nara Pradhana dengan karya Water-coated Helmet, serta siswa kelas 1 SMP Petra Surabaya dan Hermawan Maulana dan Zihramna Afdi siswa kelas 2 SMA Negeri 3 Semarang dengan karya Carbofil Application for Carbon-Oxygen Separation in Smoking Room.


No comments:

Post a Comment