RENUNGAN HARI INI

Ini adalah sebuah renungan, yang mungkin bisa menyentuh hati. Renungan kita pada hari ini berjudul "Anak Buta" Kita simak lagnsung, ini dia.
Seorang anak kecil duduk diantara anak tangga di sebuah bangunan dengan topi di kakinya.

Dia memegang sebuah papan yang bertuliskan : "Aku buta, tolong aku."

Saat itu hanya ada beberapa koin saja di dalam topinya.

Kemudian seorang pria melintas di depannya.

Pria itu mengambil beberapa koin dalam kantongnya dan menaruhnya ke dalam topi anak tersebut.
Pria itu kemudian mengambil papan pada anak kecil itu, membalikkan papan itu dan menulis sesuatu disana, lalu memberikannya kembali dan berjalan meninggalkan anak kecil tersebut.

Sesaat kemudian begitu banyak orang yang memberikan uang kepada anak kecil yang buta itu dan segera topi itu terisi semakin penuh.

Pada sore harinya pria yang mengganti tulisan di papan tadi, melintas kembali untuk melihat perubahan apa yang terjadi.

Anak kecil itu mengenali suara langkah kakinya dan bertanya, "Apakah kamu yang mengganti tulisan pada papanku pagi hari ini?

Apa yang kamu tulis?"
Pria tersebut menjawab, "Aku menulis apa yang kamu tulis, hanya saja dengan cara yang berbeda.
Aku menulis : Hari ini adalah hari yang indah, hanya saja aku tidak bisa melihatnya." :)

Kedua kalimat tersebut memberi arti yang sama bahwa anak kecil itu tidak bisa melihat karena ia buta.


Kalimat 1 memberitahukan secara langsung bahwa anak kecil tersebut buta.


Sedangkan kalimat 2 memberitahukan bahwa anak itu mensyukuri hari ini walau ia tidak bisa melihat indahnya, dan mereka sungguh beruntung bahwa mereka tidak buta.


Yang bisa kita petik dari cerita ini adalah Berpikir dengan cara yang positif.

Ketika hidup memberi kamu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa hidup juga memberi kamu 1.000 alasan untuk tersenyum.

Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki. 
READ MORE »»  

Kasus Manusia Bisa Tak Terlihat, Mistik atau Ilmiah?



Masih ingat film "The Invisible Man"? Itu lho, film tentang ilmuwan yang mengadakan percobaan dan akhirnya bisa 'menghilang' dari pandangan orang-orang sekitarnya. Nah, film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini ternyata memang terjadi di dunia nyata.
 
Kita mungkin sering menghubungkan fenomena manusia bisa menghilang dengan dunia mistik. Lantas, bagaimana ilmu pengetahuan coba menjawabnya?



Manusia menghilang secara ilmiah disebut Spontaneous Human Invisibility, atau  Spontaneous Human Involuntary Invisibility.
 
Bila ada orang yang memiliki kemampuan ini, maka ia bisa tidak terlihat dalam beberapa waktu. Rupanya, kasus ini terjadi di berbagai belahan dunia, bahkan Amerika. Kalau jaman dulu atau (masih terjadi) di negara-negara berkembang seperti Indonesia, pasti langsung dihubungkan dengan kemampuan magis.
 
Ok, sekarang kita lihat dulu contoh kasusnya.

 
1. Menghilang di Toilet
Peter (37) tinggal di Gloucestershire, Inggris. Suatu hari ia menghadiri pesta bersama teman-temannya.
 
Saat ia menaiki tangga untuk menggunakan kamar mandi, ia diikuti seorang wanita yang ingin menggunakan kamar mandi juga. Wanita itu membiarkan Peter untuk menggunakan kamar mandi duluan dan menunggu di depan pintu untuk gilirannya.
 
Setelah Peter selesai, ia keluar dari toilet dan langsung menghampiri teman temannya dan mulai berbicara pada mereka. Anehnya, semua teman dan bahkan pacarnya mengabaikannya, Peter menganggap mereka bercanda.
 
Akhirnya Peter kembali ke kamar mandi dan melihat wanita yang tadi menunggunya keluar dari kamar mandi. Wanita itu terkejut melihat peter yang dia kira masih di kamar mandi.
 
Ketika Peter kembali bertanya pada teman dan pacarnya, mereka bilang tidak melihat ataupun mendengar Peter sebelumnya. Wanita tadi juga tidak tahu Peter sudah keluar dan turun.

 
2. Duduk di Sofa dan Menghilang
Kasus lain juga ada. Kali ini menimpa Wanita bernama Melanie, di Ventura, California. Ia Mengalami pengalaman aneh saat dia duduk di sofa. Saat itu dia sedang menatap ke dinding dan saat itu juga tiba-tiba menghilang.
 
Ia menyadari hal ini ketika suaminya keliling rumah mencarinya. Suaminya juga berdiri di depannya, hanya beberapa kaki. Setelah 10 menit, dia mulai terlihat lagi. Suaminya marah karena suaminya kira dia bersembunyi darinya.

 
3. Menghilang Saat Ditangkap Polisi
Kasus ketiga menimpa Jannise yang tinggal di Minneapolis,Minnesota.  Ia memiliki pengalaman menghilang beberapa kali dalam hidupnya.
 
Salah satu peristiwa terjadi saat remaja. Saat itu ia bergabung dengan sekelompok teman-temannya yang memutuskan untuk mencuri dari Departement store. Sekali waktu, akhirnya mereka tertangkap polisi, termasuk Jannise.
 
Semuanya dibawa ke Kantor Polisi dan di tanyakan satu persatu kecuali Jannise yang tidak ditanya oleh polisi. Biarpun dia berdiri di sana, tetapi tidak seorang pun memperhatikannya.
 
Dia lalu keluar dari kantor polisi tanpa ada yang menanyakan ataupun menghentikannya.
 
Saat dia bertanya pada teman-temannya, mereka bilang bahwa mereka tidak tahu Jannise dibawa ke kantor polisi, Mereka kira dia masih berada di departement store.

 
Ada Sejak Lama
Kemampuan Manusia untuk tidak terlihat sudah diketahui bertahun-tahun lalu. Dukun Indo-Eropa dan Pre-Aryan memiliki keyakinan tentang ini. Zaman dulu mereka bisa mengendalikan “Penghilangan Tubuh” mereka.
 
Di abad pertengahan (sekitar abad 15) juga terjadi di Eropa. Pada masa tersebut, terdapat aliran yang disebut Rosicrucianism.


Rosicrucian/pasulukan.files.

Ordo Rosicrucian, AMORC, singkatan dari Ancient Mystical Order Rosae Crucis (Ordo Kebatinan Purba Salib Mawar), memiliki keyakinan soal fenomena Tubuh Dapat Menghilang.
 
Pergerakan Rosicrucian berakar dari tradisi misteri, filosofi, dan dongeng dari Mesir kuno (kira-kira 1500 SM). Beribu-ribu tahun yang lalu di Mesir Kuno, sempat dibentuk badan penelitian yang menyelidiki misteri hidup dan belajar rahasia Ordo Rosicrucian kebijaksanaan tersembunyi ini.
 
Dengan beberapa tulisan dari naskah kuno, ada yang membahas tentang “penghilangan”. Seseorang dari Ordo Rosicrucian ini pernah menulis tentang “Bagaimana cara membuat manusia menghilang”.
 
Berbekal keyakinan secara ilmiah tersebut, H.Spencer Lewis, Pediri AMORC di San Jose,California mengatakan kita bisa menghilang dengan menggunakan “Awan”. Dia mengatakan Awan atau kabut bisa dipanggil untuk menutupi tubuh dan menghalangi penglihatan orang lain terhadapnya.
 
Berdasarkan keterangan Lewis, ilmu ini masih diajarkan hingga sekarang. Sayangnya, tulisan tentang cara menghilang dengan bantuan “Awan” ini masih merupakan rahasia Ordo Rosicrucian.
 
Cabang lain dari persaudaraan Rosicrucian, The Hermetic Order Of The Golden Dawn, Mennggalkan manuskrip yang menjelaskan tentang ritual untuk menjadi tidak terlihat. Manuskrip ini mengatakan tentang menutupi diri dengan “Jubah” yang mirip dengan “Awan”

 
Apakah “Awan” Tersebut?



elektron tertutup awan/colourbox.com

Rosicrucian mengatakan bentuk pertama untuk Manifestasi Material adalah Elektron. Ada laporan bahwa jika terbentuk suatu Awan dengan Elektron maka bisa menyerap cahaya yang harusnya dipantulkan kembali ke mata kita
READ MORE »»  

Kiat Membeli Kamera Tahan Banting

 Kamera Tangguh Lumix FT4 (inet)


 Detik.com-Melakukan petualangan di alam terbuka atau berenang di kedalaman air terasa kurang bila tidak ditemani dengan piranti bernama kamera.

Proses mengabadikan moment di mana saja dan kapan saja memang sebaiknya tidak terkendala, apalagi oleh faktor cuaca atau material seperti air.

Bila kamera biasa harus dijauhkan dari air, maka tidak untuk kamera-kamera yang didesain waterproof. Sesuai namanya, ia bisa menjadi teman setia di pantai atau lingkungan outdoor lainnya tanpa takut rusak.

Kamera waterproof sendiri biasanya tak hanya mendapat kemampuan tahan air, namun juga tahan benturan dan tahan debu.

Tertarik memilikinya? Bagi Anda yang berencana membeli kamera jenis ini ada baiknya mempertimbangkan sejumlah poin penting sebelum mengambil keputusan.

Selain tentunya kemampuan personal, menghasilkan foto yang baik juga dipengaruhi oleh kamera yang baik pula.

Berikut sejumlah poin yang dimaksud seperti dirangkum dari Tech.lifegoesstrong, Rabu (27/6/2012), agar Anda bisa memboyong pulang kamera yang memiliki performa mumpuni.

1. LCD

LCD menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli kamera waterproof. Karena kehadirannya menggantikan keberadaan viewfinder, maka pastikan Anda mampu melihat image di layar LCD dalam segala situasi.

Layar LCD yang baik masih bisa dilihat di ruangan terbuka, terutama saat matahari sedang bersinar terik. Display LCD juga berperan penting memutar ulang foto yang telah Anda ambil.

Nah, jika layar terlihat redup dan tidak bisa disetting untuk memperbaikinya, Anda bisa jadi kesulitan mengetahui apakah Anda telah menangkap subyek seperti yang diinginkan.

2. Fitur

- Automatic Scene Selection

Penawaran modus scene seakan sudah biasa dijumpai di kamera kategori point and shoot. Modus ini memudahkan pengguna memaksimalkan pemotretan dalam kondisi apapun.

Misalnya, modus scene landscape akan memperkaya warna biru dan hijau, sedang modus scene beach akan mengatur pencahayaan dari pantulan pasir maupun air.

Dan kini manufaktur kamera memudahkan pencapaian foto yang ciamik dengan mengkombinasikan modus scene dengan modus automatic. Kamera akan mengevaluasi apa yang akan Anda bidik dan memilihkan modus scene yang paling sesuai.

Anda tak akan direpotkan sedikit pun karena fitur ini berjalan otomatis. Entah sedang berada di pantai atau di atas gunung, fitur ini dengan pandainya akan mendeteksi scene yang ada. Bahkan, ada kamera-kamera yang bisa mendeteksi kondisi underwater.

- HDR

Untuk memperoleh detail warna yang baik, pertimbangkan fitur High Dynamic Range (HDR). Pada intinya, HDR menyatukan beberapa jepretan dengan eksposure yang berbeda untuk mendapatkan hasil terbaik.

- Built-in GPS

Bagi yang gemar bepergian, fitur GPS yang ditanamkan secara built-in memudahkan pengguna melacak lokasi di mana foto itu diambil. Beberapa kamera juga sudah bisa menampilkan peta lokasi si pengguna termasuk koordinatnya.

- Motion Panorama

Bayangkan Anda sedang berada di puncak gunung dan ingin mengabadikan pemandangan dengan sudut pandang yang luas. Fitur Motion Panorama akan memfasilitasi Anda.

Fitur ini mampu 'menjahit' gambar hanya dalam satu gerakan. Hasilnya? Pemandangan dengan view 180 derajat atau bahkan 360 derajat bisa dinikmati.

- Low Light Shooting

Jangan lupakan kemampuan selanjutnya yang tak kalah penting ini. Tak selamanya Anda berada di situasi yang cukup cahaya kan? Nah, perhatikan apakah kamera mampu menghasilkan foto yang tetap bagus dalam kondisi minim cahaya (low light).

Fitur di sejumlah kamera mampu mengatur sensitivitas cahaya (ISO) secara otomatis sehingga foto tidak ngeblur. Sebuah problem klasik saat pengambilan gambar di kegelapan pun mampu diminimalisir.


READ MORE »»  

B2 SPIRIT STEALTH

Okay, today Light Nomyus have an article about B2 Spirit. It's a great aircraft. Now, let's go to the point.
B2 SPIRIT
Mission
The B-2 Spirit is a multi-role bomber capable of delivering both conventional and nuclear munitions. A dramatic leap forward in technology, the bomber represents a major milestone in the U.S. bomber modernization program. The B-2 brings massive firepower to bear, in a short time, anywhere on the globe through previously impenetrable defenses.

Features
Along with the B-52, the B-2 provides the penetrating flexibility and effectiveness inherent in manned bombers. Its low-observable, or "stealth," characteristics give it the unique ability to penetrate an enemy's most sophisticated defenses and threaten its most valued, and heavily defended, targets. Its capability to penetrate air defenses and threaten effective retaliation provides a strong, effective deterrent and combat force well into the 21st century.

The revolutionary blending of low-observable technologies with high aerodynamic efficiency and large payload gives the B-2 important advantages over existing bombers. Its low-observability provides it greater freedom of action at high altitudes, thus increasing its range and a better field of view for the aircraft's sensors. Its unrefueled range is approximately 6,000 nautical miles (9,600 kilometers).

The B-2's low observability is derived from a combination of reduced infrared, acoustic, electromagnetic, visual and radar signatures. These signatures make it difficult for the sophisticated defensive systems to detect, track and engage the B-2. Many aspects of the low-observability process remain classified; however, the B-2's composite materials, special coatings and flying-wing design all contribute to its "stealthiness."

The B-2 has a crew of two pilots, a pilot in the left seat and mission commander in the right, compared to the B-1B's crew of four and the B-52's crew of five.

Background
The first B-2 was publicly displayed on Nov. 22, 1988, when it was rolled out of its hangar at Air Force Plant 42, Palmdale, Calif. Its first flight was July 17, 1989. The B-2 Combined Test Force, Air Force Flight Test Center, Edwards Air Force Base, Calif., is responsible for flight testing the engineering, manufacturing and development aircraft on the B-2.

Whiteman AFB, Mo., is the only operational base for the B-2. The first aircraft, Spirit of Missouri, was delivered Dec. 17, 1993. Depot maintenance responsibility for the B-2 is performed by Air Force contractor support and is managed at the Oklahoma City Air Logistics Center at Tinker AFB, Okla.

The combat effectiveness of the B-2 was proved in Operation Allied Force, where it was responsible for destroying 33 percent of all Serbian targets in the first eight weeks, by flying nonstop to Kosovo from its home base in Missouri and back. In support of Operation Enduring Freedom, the B-2 flew one of its longest missions to date from Whiteman to Afghanistan and back. The B-2 completed its first-ever combat deployment in support of Operation Iraqi Freedom, flying 22 sorties from a forward operating location as well as 27 sorties from Whiteman AFB and releasing more than 1.5 million pounds of munitions. The aircraft received full operational capability status in December 2003.  On Feb. 1, 2009,  the Air Force's newest command, Air Force Global Strike Command, assumed responsibility for the B-2 from Air Combat Command.

The prime contractor, responsible for overall system design and integration, is Northrop Grumman Integrated Systems Sector. Boeing Military Airplanes Co., Hughes Radar Systems Group, General Electric Aircraft Engine Group and Vought Aircraft Industries, Inc., are key members of the aircraft contractor team.

General Characteristics
Primary function: Multi-role heavy bomber
Contractor: Northrop Grumman Corp. and Contractor Team: Boeing Military Airplanes Co., Hughes Radar Systems Group, General Electric Aircraft Engine Group and Vought Aircraft Industries, Inc.
Power Plant: Four General Electric F118-GE-100 engines
Thrust: 17,300 pounds each engine
Wingspan: 172 feet (52.12 meters)
Length: 69 feet (20.9 meters)
Height: 17 feet (5.1 meters
Weight: 160,000 pounds (72,575 kilograms)
Maximum Takeoff Weight: 336,500 pounds (152,634 kilograms)
Fuel Capacity: 167,000 pounds (75750 kilograms)
Payload: 40,000 pounds (18,144 kilograms)
Speed: High subsonic
Range: Intercontinental
Ceiling: 50,000 feet (15,240 meters)
Armament: Conventional or nuclear weapons
Crew: Two pilots
Unit cost: Approximately $1.157 billion (fiscal 98 constant dollars)
Initial operating capability: April 1997
Inventory: Active force: 20 (1 test); ANG: 0; Reserve: 0


Point of Contact
Air Force Global Strike Command , Public Affairs Office; 245 Davis Ave. E, Room 240; Barksdale AFB, LA 71110; DSN 781-1305; commercial 318-456-1305; afgsc.pa@barksdale.af.mil.


Source:
http://www.af.mil/information/factsheets/factsheet.asp?fsID=82
READ MORE »»